My Sweety Boy

My Sweety Boy

  • WpView
    reads 237
  • WpVote
    Stemmen 25
  • WpPart
    Delen 9
WpMetadataReadLopende
WpMetadataNoticeLaatst gepubliceerd zon, jul. 28, 2019
Kisah dimana wanita yang bernama addara nattela loyza bertemu laki-laki bernama ramdhani divano. ramdhani adalah orang yang termasuk pendiam dia tidak akan berbicara jika tidak di ajak bicara terlebih dahulu walaupun dengan sahabat dan pacarnya sendiri. pada awal nya mereka hanya berstatus sebagai kakak kelas dan adek kelas tapi takdir berkata lain ternyata mereka dua orang yang ditakdir kan bersama walaupun mereka harus melewati banyak rintangan yang begitu sulit :)
Alle rechten voorbehouden
Word lid van de grootste verhalengemeenschapOntvang persoonlijke verhaal aanbevelingen, sla je favorieten op in je bibliotheek en geef commentaar en stem om je gemeenschap te laten groeien.
Illustration

Je bent misschien ook geïnteresseerd in

  • Fractured Cheerfulness (On Going)
  • CRAZY LOVE FOR YOU.
  • Say Goodbye [ON GOING]
  • ELGA
  • TITIK RINDU [ SELESAI ]
  • ADARA
  • LABIRIN TAKDIR
  • DIFFERENT TWINS [ END ]
  • Dari Nadya Menjadi Salsa Bersama Aidyn

"Lo beneran bego, Fin. Gimana sih, gini aja lo ga ngerti-ngerti?" Satria menggelengkan kepala frustasi. Alfina cuma bisa cengengesan. "Jangan bosen ngajarin gue, ya." Di balik senyum yang tak pernah hilang, Alfina Adzra Wardana adalah anak yang terjebak di antara dua dunia. Dunia di mana dia terlihat ceria, ekstrovert, dan penuh semangat. Tapi ketika bel tanda pelajaran berbunyi, dia lebih memilih untuk menghindar daripada berhadapan dengan angka, rumus, atau teori-teori yang malah bikin pusing. Matematika? Ekonomi? Hanya kata-kata kosong yang dia coba terjemahkan dengan senyum yang terus dipaksakan. Satria, cowok yang dipaksa jadi tutor pribadi Alfina, udah sampai titik frustasi. "Lo bener-bener bego!" katanya, meskipun di balik itu, dia enggak bisa menahan rasa kagum pada dunia Alfina yang penuh warna dan seni. Karena ada satu hal yang Alfina tahu dengan pasti: dunia seni adalah tempat dia bisa bersinar. Setiap goresan kuas di kanvas adalah tempat dia bisa bebas, tanpa perlu penilaian orang lain. Tapi di rumah dan di sekolah, ada satu sosok yang terus dibandingkan dengan Alfina-adiknya Thalita, yang cerdas dan selalu jadi juara kelas. Alfina merasa dirinya selalu kalah. Di balik kebingungannya dan perasaan tak cukup, Alfina mencoba menemukan cara agar bisa berjuang untuk dirinya sendiri. Tapi, apakah itu cukup? Dan di tengah semua itu, apakah Satria, yang frustrasi mengajar, bisa melihat potensi besar dalam diri Alfina yang selama ini dia abaikan? Apakah Alfina bisa melepaskan diri dari bayang-bayang adiknya? Apakah Satria bisa melihat lebih dari sekadar kegagalannya?

Meer details
WpActionLinkInhoudsrichtlijnen