ARAL Bintang

ARAL Bintang

  • WpView
    Reads 526
  • WpVote
    Votes 21
  • WpPart
    Parts 14
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Dec 14, 2023
Pagi. Siang. Sore. Malam. Pagi. Jatuh. Merangkak. Berdiri. Berlari. Jatuh. Empat orang. Empat kepala. Empat hati. Empat luka. Empat sahabat. Bukankah tidak semua hal memiliki alasan? Jatuh cinta misalnya. Tidak akan ada alasan tepat untuk jatuh cinta. Seperti saat ini. Mereka menagih alasan untuk rasa yang ganjil ini. Kenapa dia? Kenapa sekarang? Kenapa aku? Dan yang terlintas hanya satu, mungkin karena Tuhan menginginkannya. *A Saat aku datang, dia merasa aku terlalu baik untuknya. Saat ia datang, aku merasa dia terlalu buruk untukku. Tapi aku tersenyum. Entahlah, bukankah tidak semua hal harus memiliki alasan? Lalu aku pergi. Kemudian dia diminta pergi. Karena Tuhan menginginkannya. *R Padahal aku telah menyakitinya. Mengeluarkan hampir seluruh kosa kata kotor yang aku tahu. Merobek hatinya. Mengoyak. Mencabik. Alasannya? Entahlah. Bukankah tidak semua hal memiliki alasan? Lalu dia muncul lagi. Tersenyum. Hangat. Ia sanggup meluluhkan hati batu yang ia tinggalkan. Ia bilang, karena Tuhan menginginkannya. *A Tidak. Dia sudah kembali. Padahal aku baru berhasil menata ulang hatiku. Datang dan pergi adalah hal biasa dalam hidup, bukan? Dia bilang dia kembali. Dan aku menerimanya begitu saja. Kenapa? Bukankah tidak semua hal memiliki alasan? Mungkinkah karena Tuhan menginginkannya? *L Novel ini ditulis sejak 2012 oleh Aulia Fajriany dan Tus Lianingsih
All Rights Reserved
#73
melbourne
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • [END] WHAT WE HAVE PASSED TOGETHER?
  • Strong Girl [TELAH TERBIT]
  • Laskar Pemimpi || NCT Dream (on going)
  • Cahaya [COMPLETED]
  • STELLA (On Going)
  • Alur Kehidupan [REVISI]
  • Warna Yang Hilang
  • KALA BIRU DEWATA
  • Past Love Part 1
  • Aerilyn

[FOLLOW ME BEFORE READING.] Apa yang akan dilakukan saat waktu hampir habis? Waktu yang selama ini tidak pernah berhenti, tiba-tiba mengajak untuk menghabisi dunia. Kau pikir, semuanya akan baik-baik saja. Sampai saat yang paling lama kau baru boleh pergi. Tapi tiba-tiba, kau teringat tentang waktu yang selama ini telah kau habiskan. Lalu menyesalinya. Seolah-olah kau ingin memiliki lebih banyak waktu lagi. Menurutmu, apa semuanya masih bisa baik-baik saja? Gilang memikirkan hal yang sama setelah ia mendapat tugas untuk menjaga saudara angkatnya. Bukannya apa-apa, Gilang hanya tidak mau menghabiskan waktunya yang tidak seberapa untuk tugas menjaganya itu. Ia juga tidak mau menyerahkan waktunya bersama orang lain. Bahkan sedetik pun. Tapi siapa yang tahu, Gilang malah jatuh cinta pada saudara angkatnya. Mati-matian ia berusaha agar Adin tidak balas mencintainya. Dan sekarang, semua terserah pada Gilang. Karena waktunya tidak bisa menunggu. Setidaknya, sampai mati. [PLEASE, DON'T COPY MY STORY.]

More details
WpActionLinkContent Guidelines