Pernah yang Punah

Pernah yang Punah

  • WpView
    Reads 965
  • WpVote
    Votes 92
  • WpPart
    Parts 29
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jun 17, 2019
Pernahkah kamu mendengar sebuah janji yang diutarakan seorang lelaki kepada wanitanya?. "Nanti di masa depan, aku ingin kamu menjadi bagian krusial dalam momen terpenting di hidupku." atau "Aku ingin, saat itu yang duduk bersamaku adalah kamu." Dan serentetan janji manis lainnya yang sejenis. Bagaimana jika akhirnya kamu hanya mampu duduk menangisi masa-masa bersama kalian pada saat ia meelangsungkan pernikahan?. Duduk di barisan tamu undangan saat ia mengikrarkan janji suci antar ia dan belahan jiwanya. Ketika seorang lelaki yang tak pandai melisankan apa yang ia rasa, jatuh hati pada wanita yang tak mampu membaca kode dan tak mampu juga mengerti perasaan orang disekelilingnya. Rasa itu bak tertelan masa; terkubur bersama gumpalan karsa dan lautan kata yang juga tak mampu diutarakan. Jika benar adanya, rasa tanpa pengakuan hanya menjadi sebuah rahasia yang siap menyiksa siapapun yang menyimpannya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • 2021 | Hujan di Halaman Asrama [END]
  • Loving in Silence [THE END]
  • LARA(SA)
  • SCHICKSAL
  • Untuk Oreo dan Kamu [OG]
  • Barisan Buku [✔]
  • A Memory of You
  • My Love
  • Rinai

FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA ⚠️ "Hujan di Halaman Asrama" Pesantren ini adalah rumah kedua bagi kami-tempat belajar, tempat beribadah, dan tempat menyimpan rahasia yang tak bisa diceritakan. Di balik serambi asrama, ada tawa yang menghangatkan, ada doa yang dipanjatkan, dan ada perasaan yang tumbuh diam-diam. Aku, dia, dan dia. Kami bertiga terikat dalam persahabatan, tetapi juga terjebak dalam perasaan yang tak seharusnya ada. Di antara suara hujan yang jatuh di halaman asrama, ada janji yang diucapkan, ada harapan yang diam-diam disisipkan dalam doa, dan ada hati yang perlahan mulai terluka. Cinta di pesantren tidak seperti cinta di luar sana. Ia harus disembunyikan dalam diam, dirapalkan dalam doa, dan sering kali berakhir tanpa kepastian. Hujan di halaman asrama menjadi saksi bisu perjalanan kami-tentang persahabatan, tentang cinta yang tak abadi, dan tentang kenangan yang mungkin hanya akan menjadi bagian dari masa lalu. Start : 21 Maret 2025 Finished : 30 APRIL 2025

More details
WpActionLinkContent Guidelines