wo ai ni
  • WpView
    Reads 484
  • WpVote
    Votes 59
  • WpPart
    Parts 19
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Oct 28, 2020
Ketulusan hati seorang Iqbal ali fauzi mencintai Rania dwi putri... berawal dari pertemuan dibangku sekolah dasar dan kembali satu kelas di bangku smp... tentang cinta yang bertepuk sebelah tangan. tentang Teman ,Sahabat,kesabaran, pengorbanan, ,tentang ketulusan mencintai satu hati... " Apa kamu menyukai Dewi?, dan seandainya aku tak hadir ditengah tengah kalian, sangat mungkin kamu sudah jadian dengannya!" " jujur, jika kamu tak hadir lagi .. .mungkin aku sudah menjalin hubungan dengannya, tapi itu sebuah pengecualian... Karena kamu ada dihadapanku dan itu artinya sepenuhnya hatiku untuk kamu" "Iqbal , kadang aku bertanya pada diriku sendiri, mengapa di dunia ini ada orang sepertimu?'' Kisah ini terinspirasi dari orang orang disekitarku,... Happy reading 😍 Ig @dyan krisnaeni
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Lembar Terakhir Surat Untuk Dika
  • Hidden
  • Adella, Love You! ✔ [TERBIT]
  • Inikah Cinta?
  • [DCRe-2] Senja Kelabu
  • [DSS 1] Dear Allah [Tamat di KBM App]
  • HARBORED Feelings
  • Takdir (Bukan) Pilihan

"Tentang hari ini Dik, seni mencintaimu harus ku akhiri dengan kesedihan dan kebahagiaan yang mendalam. Kau sudah menemukan kebahagiaan yang selama ini kau cari. Salut untukmu Mil, kamu perempuan hebat. Dan ku titipkan semua aksaraku padamu, sebagai bait kata yang menemukan penyair baru. Puisiku akan terus tumbuh, meski aku tak lagi dapat merangkainya" Kisahh ini bercerita tentang Anima, gadis cantik asal Solo yang sedang dalam tahap berhijrah. Ia bukan seorang pendosa. Namun, betapa susahnya istiqomah menjalani perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Terlebih lagi, hal yang lebih sulit dialaminya ketika keimanannya diuji oleh hadirnya sosok Andika Ahmad Firdaus dalam hidupnya. Teman SMA yang sedang menjalani pendidikan TNI. Seseorang yang hanya bisa dirangkul dari jauh tanpa bisa menyentuhnya. Memeluknya dalam hati, mencintai sendirian. Iman yang kokoh bahkan sesekali tersungkur, membuatnya lelah dan selalu dalam keputus asaan. Hingga pada akhirnya, melepaskan adalah sebaik-baiknya bentuk mengikhlaskan. Sebab jatuh cinta adalah takdir, mencintai adalah pilihan. Dan Anima telah memilih untuk mencintai dengan cara yang paling menyakitkan. "Akan ku kantongi kegagalanku hari ini. Tidak akan ku buang. Nanti akan ku lihat kembali ketika kemenangan sudah menghampiri." Hatiku yang berkata. Rancu. Setiap hari selalu rasa letih yang ku rasakan. Entah apa yang membuat aku setegar itu sampai saat ini. Hanya iman yang kumiliki. Ini adalah kisah muslimah yang merangkak menemui Tuhannya dalam cinta yang tak seharusnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines