BETWEEN
  • WpView
    Reads 164
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jul 31, 2020
Dear Pangeran Salam hormat, Dengan datang nya pesan ini, tersampaikan sebuah pesan titipan perasa dan harap untuk singgah. Ijikan diri ini sedikit bermimpi menduduki tahta bersamamu, menjadi permasuri didalam hati, bak seorang ratu istimewa. Pangeran ada sebilah mutiara kecil yang diberi padamu tanpa pernah engkau genggam, bergelut dengan jutaan mutiara yang mungkin lebih indah dan sempurna. Namun ijinkan sebentar saja perhiasan itu menghiasimu sebagai penanda kebaktian dan kesetian. "Yang mendoakanmu bukan hanya aku, yang berusaha memilikimu bukan hanya aku. Jika doa sebaik-baiknya penjaga, ijinkan diri ini mendoamu sebagai cara merayumu dengan elegan" Eoyyyywwwww... ini bukan cerita tentang pangeran dan puteri raja. Ini kisah tentang cinta biasa namun dari segi padang berbeda. Ini untuk kita yang mungkin sedang mengalaminya. Untuk mu tetaplah semangat, jangan menyerah. Stay tune
All Rights Reserved
#64
cintasendirian
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Shadow That Fades
  • Caged by His Love ft Jay Park of Enhypen [COMPLETED]
  • LJOSALFAR - Heesun / Heenoo END + Sequel
  • Irreplaceable You [✓]
  • flashback~
  • The Red Hair, A Thief and Dragons (Terbit di Penerbit Haebara)
  • [END] The Untold Story About Prince Erick #Re-Tale Project

Ada cinta yang tumbuh seperti doa, pelan namun penuh harap. Ada rindu yang menyelinap tanpa suara, hanya terasa di dada. Cinta ini bukan tentang memiliki. Tapi tentang dua hati yang saling tahu arah tapi tak pernah sampai tujuan. Tentang seorang perempuan yang jatuh cinta, bukan karena obsesi, tapi karena hati yang tak bisa membohongi dirinya sendiri. Aruna tahu ini tak akan mudah. Ia mencintai dalam diam, dan menyadari barangkali sejak awal, ia memang ditakdirkan bukan untuk dimiliki, melainkan untuk belajar melepaskan. Mereka bertemu bukan karena takdir yang manis, tapi karena semesta ingin mereka belajar: Tentang kehilangan, tentang pengorbanan, tentang bertahan, dan akhirnya... tentang merelakan. "Kalau kamu capek, berhenti ya... Tapi jangan berhenti jadi kamu yang selalu peduli." "Tenang, aku memang bukan tempat kamu pulang, tapi aku selalu jadi rumah kalau kamu butuh diam.

More details
WpActionLinkContent Guidelines