We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
my devil eye

my devil eye

  • WpView
    Reads 91
  • WpVote
    Votes 19
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jun 19, 2019
WpInfo
Fiction
Horror
cerita ini menggunakan sudut pandang pertama menceritakan tentang seseorang yang bernama eren seorang siswa kelas 8 smpn asri 8. eren merupakan orang yang lucu,ceria,sering bertingkah konyol disekolah,dan sering memimpikan sesuatu yang tidak masuk akal menurur teman temannya. tapi dibalik sifatnya yang ceria eren memiliki 2 kepribadian,yang 1 adalah ceria dan 1 nya lagi adalah pemarah,pembenci dikarenakan eren kurang mendapatkan kasih sayang dikarenakan orang tuanya bekerja keras demi membayar utang. selain itu eren juga menyukai seseorang yang bernama desi.tetapi desi tidak menyukai nya dan eren tau itu,dan eren tetap ingin menembak desi.dan saat sehari sebelum eren menembak desi tampa disengaja eren memanggil sebuah iblis yang wajahnya mirip dengan desi. dan iblis itu menyuruh nya untuk membuat taruhan,dan eren pun menyepakati bahwa jika eren diterima cintanya oleh desi iblis itu boleh memakan kepribadian buruk dari eren lalu pergi meninggalkannya,tetapi kalau eren di tolak cintanya makan eren meminta mata dari mata iblis itu dan memperbolehkan memakan kepribadian baik dari eren, lalu bagaimana kisah lanjutnya?
All Rights Reserved
#157
devil
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Perjodohan (Zeesha)
  • sebilah pisau waktu
  • relationship syllaa
  • Pertemuan yg meninggalkan rasa cinta { END }
  • Misteri Ruang 12
  • NOT SAME (COMPLETE)
  • Air Mata Elara
  • SIGMA NATIO (DelShel)
  • Cinta Beda Agama || Antara Masjid Dan Gereja

Langsung baca aja guys, gak pandai buat deskripsi Maaf kalo ceritanya gak jelas, atau gak nyambung soalnya ini cerita pertama aku Fase: dipaksa, terpaksa, dan terbiasa

More details
WpActionLinkContent Guidelines