Munajat Cinta Laili

Munajat Cinta Laili

  • WpView
    Reads 104,401
  • WpVote
    Votes 4,429
  • WpPart
    Parts 14
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jan 19, 2020
WpInfo
Fiction
Social Themes
Baca dulu Imam Pengganti. Sebagai seorang guru, Nurul Laili Afifah harus tetap bersikap normal, meski jiwanya terpuruk setelah lelaki yang diam-diam ia cintai, menikah dengan gadis lain. Hanya karena Allah, gadis berusia 23 tahun ini akhirnya berhasil move on. Pada suatu kesempatan, Laili dihadapkan pada dua pria yang menyukainya. Azka, rekan sesama guru di sekolah, dan Abdul Halim, seorang dosen yang jatuh cinta kepadanya pada pandangan pertama. Siapakah yang akan dipilih Laili? Azka yang langsung datang melamarnya? Atau Halim yang telah berhasil mengantongi izin orang tua Laili untuk bertaaruf? Laili benar-benar diuji. Tak hanya dalam hal jodoh, tetapi juga kesehatannya. Dokter memvonis kandungannya lemah. Tak berhenti di situ, ujian juga datang dari perempuan yang tiba-tiba muncul dan menyukai lelaki pilihannya. Mampukan Laili melewati setiap ujian hidup yang diterimanya? Lalu siapakah yang memenangkan hati Lalili dan menjadi suaminya?
All Rights Reserved
#4
munajat
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Mendadak Ipar
  • Jannah.
  • Imam Rahasiaku [TERBIT]
  • cinta yang terlambat
  • Calon Imam Untuk Aisyah(COMPLETED)
  • Antara 2 Imam || TAMAT✓
  • Kembali Bersamamu (END)
  • Dia Kahfa (Revisi)
  • Takdirku ✓

(18+) Marriage Life. Nggak ada adegan berbahaya, tapi banyak jokes dewasa. ------- Spin-off dari "Mendadak Mama". Tapi kalian nggak harus baca MM dulu untuk paham cerita ini. ------- Iqbal Sya'bani (Iqbal). Dosen fakultas teknik yang brillian, tampan, mapan, mendadak jatuh cinta pada Luli, adik perempuan sahabatnya. Salah satu mahasiswi, yang jauh dari kata istimewa. Zulfa Nurulita (Luli). Sebenarnya dia istimewa. Dia hanya lemot. Eh bukan! Dia hanya tak istimewa dalam kemampuannya menguasai mata kuliah. Oh ya, satu lagi, wajahnya juga biasa saja. Ah, ini sih akan mudah. But, wait ..., mungkin saja kalian salah! *** "Jadi, apakah kamu menerima lamaran saya, Zulfa?" "Maaf. Belum, Pak." "Alhamdulillah." "Kok Alhamdulillah?" "Karena jawabanmu 'belum', bukan 'tidak', minimal masih ada harapan buat saya." *** Akankah harapan Iqbal menjadi nyata? Atau justru berakhir dengan tangan hampa? ------ Pecinta Fikar-Nara wajib baca!

More details
WpActionLinkContent Guidelines