Dear Rumah

Dear Rumah

  • WpView
    LETTURE 1,063
  • WpVote
    Voti 228
  • WpPart
    Parti 57
WpMetadataReadIn corso
WpMetadataNoticeUltima pubblicazione mar, set 24, 2019
Seharusnya ada yang lebih mereka siapkan dari pada kenyataan bahwa mereka akan tetap bersama ketika masing masing mereka memilih pada pilihan untuk menggunakan hati dan melibatkan perasaan. Tentang makna dari sebuah kata hilang. Karena untuk memulai terbiasa sendiri begitu sangat menyulitkan ketika harus menerima kenyataan bahwa rumah ini tidak lagi bernada. persahabatan antara Rehan Wira Pradhana, Zikri Athala, Natan Ervan Aditya dan Johan Zein Alexander yang sudah terjalin sepuluh tahun mampu membuat mereka merasakan arti pulang yang sebenarnya.
Tutti i diritti riservati
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • The Spaces Between Our Words (TAMAT)
  • CEMARA
  • Khoda Hafez ya Hakimi
  • Tolerate It
  • break up and get back together
  • Forgive Me
  • Stay Or Gone ✓
  • RUMAH KITA
  • Tale of A White Wolf (SINB X JHOPE)

Aurelia, seorang penulis muda yang kembali ke kampung halamannya setelah sepuluh tahun, membawa serta luka yang belum sembuh dari kehilangan saudaranya, Ayra. Kembali ke rumah berarti menghadapi masa lalu yang selama ini ia hindari: hubungan yang memburuk dengan ibunya, kenangan akan saudaranya yang tenggelam dalam danau yang kini menjadi tempat wisata, dan Nadir-sahabat masa kecil yang kini menjadi seniman lukis pendiam yang tinggal di rumah kaca tua di tepi hutan. Sementara itu, Nadir menyimpan rahasia yang telah membebani hatinya selama bertahun-tahun. Ia adalah satu-satunya orang yang bersama Ayra saat tragedi itu terjadi. Namun, sesuatu tentang hari itu tidak pernah ia ceritakan, bahkan kepada dirinya sendiri. Ketika Aurelia dan Nadir dipertemukan kembali lewat proyek restorasi perpustakaan tua-tempat kenangan masa kecil mereka tertinggal-mereka mulai mengurai kata-kata yang tak pernah sempat terucap. Dalam keheningan percakapan mereka, dalam jeda, dalam napas yang tertahan, ada kisah yang selama ini tersembunyi. Dengan narasi yang puitis dan atmosfer yang melankolis, novel ini menggali tema kehilangan, komunikasi yang retak, dan upaya menemukan makna dalam ruang kosong antar kata-kata. The Spaces Between Our Words bukan hanya tentang yang dikatakan, tetapi tentang yang tidak pernah bisa diucapkan-dan bagaimana keheningan bisa menyembuhkan, menyatukan, atau justru memisahkan selamanya.

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti