Surat Cinta San'a dan Samarra

Surat Cinta San'a dan Samarra

  • WpView
    Reads 1,304
  • WpVote
    Votes 85
  • WpPart
    Parts 16
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jun 27, 2022
WpInfo
Fanfic
RWBY
San'a Raksayuda fatih itulah namaku. San'a diambil dari nama ibu kota di negara yaman (sana'a) serta merupakan salah satu kota tertua yang dihuni oleh manusia, san'a juga mempunyai arti yang terjaga.Orang tuaku memberikan nama san'a dengan harapan " agar suatu saat aku bisa menuntut ilmu dan belajar di negeri yang dijuluki negeri para wali itu (yaman)" . Raksayuda adalah nama atau marga dari keluarga kami. Fatih artinya pembuka,pengambilan nama ini merujuk pada keberanian dan kehebatan sultan Muhammad Alfatih dalam menaklukan konstantinopel,orang tuaku berharap aku bisa menjadi seperti sultan Muhammad Al fatih,seorang pembuka,seorang pemberani dan seorang penggagas ide ide baru. Ghaida Tsurayya samarra Ghaida artinya keindahan,lembut,dan kecantikan. Tsurayya artinya kumpulan bintang yang indah. Samarra diambil dari nama sebuah kota yang berada di negara irak diantara kota tikrit dan baghdad,serta pernah dijadikan pusat ibu kota pada masa dinasti abassiyah,dan dahulu pernah menjadi samarra kota keindahan islam,dijuluki itu karena pesatnya pembangunan dan megahnya arsitektur yang dibangun pada masa daulah abassiyah sehingga samarra menjadi kota kecil yang indah. Rangkaian nama ini diberikan orang tuaku bukan tanpa sebab,mereka ingin aku menjadi perempuan hebat,lembut,cantik,serta memancarkan keindahan.Namun mereka berkata "keindahan dan kecantikan sebenarnya seorang perempuan adalah bukan dari fisik maupun tampilan luarnya,tapi keindahan sesungguhnya seorang perempuan adalah dari rasa malu dan akhlaknya" . Sebelum membaca,jangan lupa follow terlebih dahulu,dan setelah membaca jangan lupa bintang dan komentarnya... Selamat membaca...
All Rights Reserved
#38
tereliye
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cinta Dalam Diam [DI TERBITKAN]
  • Cahaya Takdir
  • Skenario Allah yang Terindah (END)
  • Semesta Untuk Fatih [END] TERBIT✔️
  • Cinta Dalam Do'a {SELESAI}
  • Sahabat till Jannah
  • Surah Hafalan untuk Ustadz (TELAH TERBIT)
  • Satuan Takdir

Cinta Dalam Diam (Telah Terbit) Versi Wattpad dan Cetak/buku 70% beda. Kirim format ke : 08998179253 Nama Lengkap : Alamat Lengkap : No Hp : Jumlah Buku : "Barang siapa memberi karena Allah, menolak karena Allah, mencintai karena Allah, membenci karena Allah, dan menikah karena Allah, maka sempurnalah imannya." (H.R. Abu Dawud) "Karena cinta sejati, yaitu kecintaan seorang hamba kepada Illahi Rabbi." "Fatimah, aku sudah lama menyukaimu. Maukah kamu menerima cintaku?" ucap Fikry menatap Fatimah, tetapi yang di tatap hanya menunduk tak melihatkan wajahnya. "Maksud Kakak?" tanya Fatimah. "Maukah kamu jadi pacarku. Aku sungguh mencintaimu." "Maaf Kak, aku tidak bisa. Jika memang Kakak mencintaiku, tidak akan mungkin Kakak mengajakku untuk melanggar aturan Allah. Maaf Kak, terima kasih karena telah berkata jujur. Jika memang kita berjodoh, maka Allah akan mempersatukan kita," titah Fatimah, dia tersenyum sekilas, kemudian kembali menunduk. "Dan terima kasih untuk semua ilmu yang pernah Kakak ajarkan pada saya. Besok, kemungkinan saya sudah tidak bersekolah di sini lagi. Saya permisi pamit Kak." 🍁🍁 Banyak orang bilang masa SMA adalah masa remaja mengenal jati diri dan cinta. Ya, Fatimah akui itu. Diam-diam dia telah melabuhkan hatinya pada seseorang. Namun, Fatimah tahu yang dia lakukan salah. Maka dari itu, ia ingin untuk mengikhlaskan semuanya, biarkan semua berjalan sebagaimana mestinya. "Aku yang pernah mensemogakan namamu dalam do'aku." "Sejarah ini akan selalu tersimpan sepanjang hidupku. Di mana aku melangkahkan kaki ini meninggalkan semua hal yang telah di larang Rabb-ku. Dari kisah ini, aku menemukan arti cinta. Walau, pada akhirnya aku tahu, hanya ada dua pilihan dari cinta, bersatu atau berpisah." -Fatimah Az-Zahra Abdurrahman.-

More details
WpActionLinkContent Guidelines