KACAU
  • WpView
    Reads 43
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jun 18, 2019
Phinphin dan Rere ibunya menemukan sebuah celana dalam di ruang tamu yang hanya dihuni oleh kakak dan adik yang telah berusia paruh baya. Keanehan muncul di awal kedatangan mereka. Sampai pada suatu pagi Phinphin menemukan celana dalam wanita warna biru. Tidak mungkin pak dhe melakukan hal-hal yang aneh, karena pak dhe penderita diabetes yang cukup parah, ditambah asma yang dideritanya membuat tubuhnya semakin lemah. Bahkan untuk perjalan atau menahan tubuhnya saja tidak kuat. Sementara budhe, tidak mungkin punya celana itu. Budhe selalu memberi tanda pada semua pakaian dalamnya. Sedangkan yang ditemukan Phinphin tak ada tanda itu. Mungkinkah itu milik seseorang yang sengaja membuat pak dhe tidak bisa beraktivitas dengan baik ? Ataukah pemiliknya ada niat-niat yang negatif ?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kotak Pandora
  • Suaraku Mati di Udara
  • O7X
  • Can We?
  • MY ADORABLE NEIGHBOR
  • Imaginary Boyfriend
  • PETAKA
  • DESPERATE (COMPLETED) ✔
  • I CAN SEE " THEM "

KOTAK PANDORA Blurb: Kehidupan Iris berubah 180 derajat setelah tragedi kecelakaan yang merenggut nyawa Ireina, Ibunya. Dimulai dari Ayah Iris, Adam, yang menjadi pendiam dan tidak peduli dengan putrinya, sampai sosok wanita bergaun hitam yang terus mengikuti ke mana pun Iris pergi. Di sekolah barunya, Iris bertemu dengan Erik yang ternyata bisa melihat hal-hal yang tidak kasat mata. Membawanya pada jawaban akan teror-teror yang mereka alami, berujung ditemukannya kotak hitam di rumah kakek Iris, Kotak Pandora. Keadaan semakin kacau saat Iris tiba-tiba menghilang dan Erik berusaha menyelamatkannya. Mereka dihadapkan pada rahasia masa lalu, yang mempertemukan mereka pada sebuah rasa. Juga fakta, kematian memang selalu mengejar di belakang. *** Penulis: Ramlan Abdymar

More details
WpActionLinkContent Guidelines