Imam Penyempurna Agamaku

Imam Penyempurna Agamaku

  • WpView
    Reads 90,456
  • WpVote
    Votes 7,105
  • WpPart
    Parts 29
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jan 4, 2021
WpInfo
Fiction
Social Themes
🌹12 Juli 2019 - 08 November 2019🌹 Bisa dipesan di Shopee Jaksamedia [SUDAH TERBIT] Aku berada di jalan yang aku sendiri tak tahu bernama apa. Yang aku tahu hanya menapaki jalan itu selama masih mampu. Yang aku tahu hanya menguatkan diriku ketika ada kerikil yang melukai kakiku dan membuat langkahku melambat. Hingga akhirnya aku menemukan titik ujung dari perjalananku. Di sana aku melihat seseorang berdiri tegak, menyambutku dengan senyumnya yang menawan. Harus kusebut apa dia? Seseorang yang kebetulan sendiri kah? Atau memang seseorang yang sengaja Allah persiapkan untukku? Aku bingung, sungguh. Tetapi, aku berharap kau pilihan-Nya untuk menjadi Imam Penyempurna agamaku. Pembimbingku menuju Jannah-Nya. *** ©12 Juli 2019 Ditulis oleh Lena Khoerunnisha01 Follow, read, vote, komen, and share. Sertakan sumber jika mengutip dari cerita ini. BARAKALLAH~
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Assalamualaikum Imamku
  • Imamku Badboy (SUDAH TERBIT) ✔
  • Lathifa [END]
  • Ternyata Kamulah Lauhul Mahfudz Ku
  • [Azka] Jalan Hati ✔
  • Adira-Axel (Completed)
  • Izinkan Aku Menghalalkanmu [END]
  • Senja Yang Terlukis Di Doamu [ON GOING]
  • Why Him? (END)
  • Di Balik Niqab [TERBIT]

[cerpen spiritual] ~~ Suamiku, Aku sangat bersyukur kepada Tuhan telah mengirimmu untuk menjadi penggenap imanku. Ketika aku datang dengan berjuta kekurangan, kamu melengkapi dengan segenap yang kamu miliki. Suamiku, Aku tahu. Aku bukan perempuan sempurna. Tapi izinkan aku menjadi istri yang bisa berbakti terhadap suaminya dan juga kedua orang tuanya. Aku ingin mencintaimu dengan cara yang baik dan selalu berdoa untuk mendapatkan ridhoNya. Suamiku, Aku suka dengan caramu memperlakukanku. Ketika diri ini berbuat sesuatu yang salah, kamu tidak memarahiku. Kamu justru membimbingku. Aku tidak menyangka bisa mendapatkan lelaki sepertimu. Tuhan baik sekali ya padaku? Kamu lelaki terhebat setelah ayahku. Suamiku, Terimakasih sudah memilihku menjadi pendampingmu. Kamu itu unik. Tapi kamu jahat. Dulu kamu selalu membuatku terus-terusan memkirkanmu. Padahal waktunya belum tepat, tapi itulah kamu. Selalu saja berhasil masuk dalam bayang-bayang pikirku. Suamiku, Aku perempuan yang beruntung bukan? Bisa mendapat lelaki sepertimu, cinta pertama dan terakhirku. Sudah kubilang. Tuhan baik sekali padaku, sampai-sampai tidak ada kata yang bisa menggambarkan bagaimana bahagianya aku. Iya kamu. Kekasih halalku, imam dunia akhiratku.

More details
WpActionLinkContent Guidelines