SENJA
  • WpView
    Reads 17
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jun 22, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Kenapa aku harus dilahirkan di dunia ini disaat orang tuaku bahkan tidak menginginkan kehadiranku? Kenapa aku harus merasakan kepedihan yang tidak kunjung habis? Kenapa aku harus kembali merasakan kesedihan disaat aku merasa sudah mendapatkan kebahagiaan? Apakah pada akhirnya aku bakalan hidup bahagia dan mendapatkan kasih sayang dari orang orang yang aku sayangi? Pertanyaan itulah yang selalu menghiasi pikiran seorang Senja Anastasya
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  •  HAZELA
  • Aku, Luka Dan Lupa
  • AFKARA [END]
  • The Silence That Shaped Me
  • Senyum untuk Kejora (COMPLETED)
  • Merindukan senja
  • Senja yang mendung
  • Arexsa Jackson Devidos
  • kita dan waktu. [End]
  • BLUE HOUR (Rona Senja di Langit Biru)
HAZELA

Hazela oleh sweedzz_ Hazela Abraham lahir sebagai seorang kembar, tapi hidupnya tak pernah seimbang seperti seharusnya. Di antara dua wajah yang serupa, hanya satu yang selalu mendapat cahaya. Dan itu bukan dirinya. Sejak kecil, Hazela terbiasa menjadi bayang-bayang Bianca, saudara kembarnya yang sempurna, cerah, dan selalu dicintai semua orang. Termasuk oleh Samudra, lelaki yang Hazela panggil kekasih, namun tak pernah benar-benar membuatnya merasa menjadi satu-satunya. Setiap hari adalah perjuangan. Perjuangan untuk didengar, diperhatikan, bahkan sekadar diakui. Samudra selalu ada... tapi tak pernah untuk Hazela. Hatinya, langkahnya, dan keputusannya, semuanya selalu condong pada Bianca. "Kamu bisa ke kantin sendirian, kan?" Kalimat yang seharusnya biasa, tapi terdengar seperti tamparan ketika disampaikan oleh orang yang kau sebut rumah. Hazela tidak butuh dunia. Ia hanya ingin satu hal: dianggap penting, walau hanya sekali. Ia bukan meminta dunia. Ia hanya memohon tempat kecil di hati seseorang yang katanya mencintainya. "Jadiin aku prioritas kamu, Sa... sekali saja, sebelum aku tidur untuk selamanya." "Kamu prioritas aku, Zel... tapi sekarang, menjaga Bianca lebih penting daripada kamu." Ketika cinta menjadi luka, dan kehadiran menjadi beban, apa yang tersisa dari sebuah hubungan? Akankah kamu tetap bertahan mencintai seseorang yang tak pernah memilihmu? Hazel hanya punya satu permintaan sederhana sebelum segalanya terlambat: "Berikan aku kebahagiaan, sebelum aku pergi. Itu saja."

More details
WpActionLinkContent Guidelines