Tersenyumlah, Emilia!

Tersenyumlah, Emilia!

  • WpView
    Reads 20
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jul 28, 2019
[ROMANCE] Juli 2019 Cerita ini-dalam beberapa part-mengandung umpatan dan kata-kata kurang sopan (kasar). Jadilah bijaksana dalam membaca :) ______________________________ Dengan secangkir teh hangat, duduklah barang sebentar. Akan kuceritakan padamu kisahku. Emilia, itulah namaku. Anak tunggal yang terlahir dari keluarga sederhana yang bahkan sangat tidak sempurna. Kenapa kubilang tidak sempurna? Karena hanya ada dua cinta didalamnya. Cinta dari ibuku untukku, dan cinta dariku untuk ibuku. Ayahku? Aku tidak mencintainya, maksudku aku mencintai ibuku karena dia ibuku, dia memasak untukku, dia memelukku, dia mengajariku berjalan dan membaca-oh, aku tidak akan menyebutkan semua alasan kenapa aku mencintai ibuku-sedangkan ayahku, aku mencintainya hanya karena dia ayahku. Ya. Selebihnya? Ah, kau akan mengetahuinya nanti. Ini bukan hanya kisah dari seorang anak 'broken home'. Sungguh. Aku juga memiliki kisah cinta remaja 'normal' yang akan kuceritakan padamu; tentang seorang lelaki yang membuatku melihat dunia dengan cara yang berbeda. Seseorang yang bahkan dalam diamnya dapat ku dengar bahwa dia selalu berkata, "Tersenyumlah, Emilia!".
All Rights Reserved
#64
emilia
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • AKU TAK PERCAYA CINTA, AYAH! (TAMAT)
  • I T ' S   M E
  • Egois (Clara) END✔
  • Perjuangan Yang Tak Dihargai(TAMAT)
  • DeaSea
  • A NAME
  • RANNA
  • Naura & Lukanya
  • Pak Dokter & Buk Tani

"Aku nggak tahu, dari mana semuanya menjadi retak dan berantakan seperti ini. Yang kuingat, hanya ada satu titik ketika hidupku berubah drastis. Ibuku pergi meninggalkan rumah bersama dengan lelaki lain. Meski ayahku tegar dan tabah, pada akhirnya dia menyerah dan menikah dengan wanita pilihannya. Brian, adalah satu-satunya tempat dan rumah terakhir yang aku harapkan. Tetapi, dia pun juga menorehkan luka yang tak bisa kumaafkan. Aku tak lagi percaya pada cinta, Ayah. Tak lagi." ~ Serena Azura Auliana~ :+:+:+:+:+:+:+:+:+:+:+:+:+:+:+:+:+:+ Serena telah kehilangan kepercayaannya pada cinta. Semua orang yang pernah ia cintai, yang begitu ia percayai dan anggap berarti dalam hidupnya, ternyata dengan mudah menghianati cinta itu. Hatinya hancur berkeping-keping. Bukan sekadar patah-tapi benar-benar remuk, hingga tak tersisa apa pun selain reruntuhan yang menyakitkan. Tak ada lagi yang tertinggal, kecuali kekecewaan yang dalam, dan trauma yang perlahan menggerogoti jiwa.

More details
WpActionLinkContent Guidelines