Miracle In Dream

Miracle In Dream

  • WpView
    مقروء 34
  • WpVote
    صوت 5
  • WpPart
    فصول 2
WpMetadataReadمستمرّة
WpMetadataNoticeآخر تحديث: اثنين, يونـ ١٧, ٢٠١٩
Apa yang lebih mengerikan dari pada mimpi buruk? Bagaimana jika kita tidak mempunyai mimpi? Atau mungkin terjebak dalam dunia mimpi? Alluna Nava Agnesta Adalah seorang putri semata wayang dari direktur Hotel Berbintang Lima di Jakarta. Namun, Apa guna harta jika yang ia harapkan ketenangan dan kenyamanan dirumah tidak pernah ia rasakan? Jika orang lain menggangap rumah adalah tempat singgah ternyaman, Berbeda dengan luna yang menggangap rumah adalah 'kesunyian' Luna juga pernah bermimpi jika suatu hari dia menemukan sesuatu yang bisa membuatnya nyaman berada dirumah. Membuatnya merasakan dan mengenal dunia secara luas dan lebih dalam lagi? Membuatnya mengerti arti dari sebuah kebahagiaan sederhana. If possible i want to make you home in real my life -Alluna N.A
جميع الحقوق محفوظة
#282
fantasiremaja
WpChevronRight
انضم إلى أكبر مجتمع لرواية القصص في العالماحصل على توصيات قصص مخصّصة، احفظ قصصك المفضلة في مكتبتك، وقم بالتعليق والتصويت لتنمية مجتمعك.
رسم توضيحيّ

قد تعجبك أيضاً

  • Gadis Tteokbokki & Cowok Mochaccino (DITERBITKAN)
  • TIBA-TIBA MENJADI PUTRI
  • Shadows of the Main Story
  • The Girl Who Wasn't Ratna[End]
  • WAKE UP, LOVE (TAMAT)
  • SELENOPHILE : RED MOONBOUND [TERBIT]
  • A Million Sense
  • Kesedihan [SELESAI]
  • Unexpected Situation (End)
  • Without Me

SEGERA DITERBITKAN Sebenarnya ini adalah idenya Liaa. Entah apa yang merasuki otaknya kali ini, sehingga memintaku untuk menulis. Aku tidak pandai merangkai kata-kata, apalagi menyelesaikan suatu cerita. Tidak seperti Liaa yang sangat menikmati saat-saat merangkai setiap paragraf dalam mengembangkan idenya. Bersenandika, mengolah diksi, menulis berbagai tema, dan menuntut pancaindra agar lebih peka. Bila satu paragraf saja membuatku termenung berlama-lama, apalagi satu novel yang sampai beratus-ratus halaman tebalnya. Aku bisa gila, Liaa. Namun, gadisku yang cerewet dan berambisi besar itu pasti akan memprotes, "Kamu pasti bisa, kok, jangan pesimis, deh! Belum apa-apa udah ngeluh. Nulis itu gampang, cuma kamunya aja yang gak mau usaha!" Begitulah Liaa, dia 'illfeel' dengan orang yang angkat tangan sebelum berjuang. Alih-alih memotivasi, malah muncrat juga omelannya. "Iya, Liaa. Jangan ngambek, aku cium, nih!" Ancamanku membuat pipinya seketika memerah bak kepiting rebus. Aku sangat buruk dalam mengembangkan ide cerita. Jauh dibanding Liaa yang bisa menyelesaikan dua novel sekaligus. Ya, novel-novel itu adalah kisah kami yang dia tulis. Tugasku cukup diam dan jangan membuatnya marah. Jika tidak, Liaa akan berhenti menulis dan mengomel seperti ibu-ibu kostan. Karena sejatinya waktu terbaik untuk menulis adalah 'mood' yang baik.

تفاصيل إضافية
WpActionLinkإرشادات المحتوى