Kesalahan malam itu mengubah hidup Soeun selamanya. Lari dari masa lalu nya yang kelam dan menyesakkan, Soeun malah terjebak dalam dua pilihan ketika ia mencoba mencuri uang dari seorang pria tampan bersetelan jas rapi, yang tak lain adalah ketua mafia.
Mati karena pistol yang tertodong di kepalanya.
Atau
Menjadi slave dari kelompok Mafia berbahaya, The Shadow.
Itulah awal mula bagaimana Soeun menghabiskan hari-harinya menjadi slave. Percekcokan, perseteruan tak pernah absen antara Soeun dengan Bos The Shadow, Junho.
Keduanya tak segan menampakkan perasaan mereka terhadap satu sama lain.
He hates her
She despises him
Vice versa.
Bos The Shadow itu tak pernah bosan untuk membuat hidup Soeun sengsara. Like in the Hell.
Semuanya bertambah rumit ketika masa lalu Soeun akhirnya berhasil mengejarnya.
Her ex-lover, her dark past, her twisted relationships and her messed life.
They come to get her.
Siapa sangka masa lalu Soeun yang kacau dan gelap ada hubungannya dengan Bos The Shadow, yang merupakan pria berhati dingin, kejam dan arogan, jua menyimpan masa lalu yang tak kalah gelapnya dengan Soeun.
Keduanya memang saling membenci satu sama lain. Tapi benang merah mengikat jari kelingking mereka, menautkan kehidupan mereka yang kelam dan penuh rahasia gelap.
Dua orang yang tak lagi innocent,
Dua orang yang menyimpan rahasia hidup yang kelam,
Dua orang yang berusaha lari dari gelapnya masa lalu,
Dua orang yang saling membenci,
Takdir memaksa keduanya bertemu, di tengah kacaunya kehidupan dan rahasia hidup yang mereka simpan.
Mampukah keduanya menemukan sesuatu yang berharga di dunia mereka yang bersimbah darah, tak lepas dari pembunuhan, pengkhiatan serta jebakan musuh masa lalu?
Sesuatu yang berharga, yang tak pernah terbersit di benak mereka untuk mereka dapatkan? Tapi perlahan nampak di depan mata mereka.
Love.
Love grows in their dirty and cruel world, its root spreads in their dark past, and it connects their tainted hearts.
Semua orang tahu siapa Kim Taehyung. Ia bukan hanya pemimpin mafia terbesar di Asia, tapi juga dikenal karena sifatnya yang dingin, tak tersentuh, dan brutal. Satu senyumnya bisa berarti hidup. Satu tatapannya bisa berarti kematian.
Namun tak banyak yang tahu, di balik pintu besi markas pusatnya di Gangnam, ada satu pria yang membuat Kim Taehyung kehilangan kendali atas dirinya: Jeon Jungkook.
Jungkook adalah anak dari keluarga Jeon, rival lama klan Kim. Setelah keluarga Jeon dihancurkan dalam satu malam oleh perang antar mafia, Jungkook menghilang dari radar. Taehyung mengira ia sudah mati... sampai seorang informan menyeret pemuda bermata tajam itu ke hadapannya.
"Dia penyusup. Kami menemukannya sedang menyelinap ke lab senjata bawah tanah."
Namun saat semua anak buah menunggu aba-aba untuk menembak, Taehyung malah berjalan pelan, lalu berlutut dan menatap Jungkook.
"Lama tidak bertemu, Jeon Jungkook."
Darah Jungkook mengalir deras. Tapi bukan karena takut-melainkan karena tatapan itu, tatapan yang pernah begitu hangat ketika mereka masih muda. Sebelum perang, sebelum dendam, sebelum dunia mengubah mereka menjadi monster.
"Aku tidak datang untuk balas dendam," kata Jungkook lirih.
"Aku datang... karena aku ingin tahu... kenapa kau membiarkan aku hidup malam itu."
Taehyung terdiam. Ia tidak menjawab. Hanya menggenggam erat dagu Jungkook dan berkata pelan,
"Karena membunuhmu akan menghancurkan satu-satunya hal manusiawi yang masih tersisa dalam diriku."
Dan malam itu, bukannya mengurungnya, Taehyung menyembunyikan Jungkook di dalam markas. Di balik pintu-pintu rahasia, di ruangan tempat tak seorang pun boleh masuk. Mereka tahu ini gila. Ini pengkhianatan. Ini bunuh diri jika ketahuan.
Tapi mereka juga tahu, cinta di antara dua musuh bisa menjadi senjata paling mematikan.