2 Tahun Memendam Rasa

2 Tahun Memendam Rasa

  • WpView
    Reads 59
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Sat, Oct 26, 2019
Surat untuk calon imamku Assalamu'alaikum... Wahai imamku dimasa depan, apa kabarnya kau disana? Masihkah semangat berjuang tuk menemuiku? Meskipun kau masih rahasia bagiku, Namun aku begitu mencintaimu, Dan aku disini tak pernah kenal kata "lelah" Untuk senantiasa mencari ilmu memantaskan diri di hadapan Allah, ku harap kau pun begitu, Aku belajar banyak hal agar nanti suatu saat jika Allah sudah menentukan waktunya. Kita akan bertemu. Dan saat itu, aku sudah benar benar siap untuk berjuang dijalan dakwah bersamamu, membela agama Allah,mendidik calon mujahid dan mujahidah kecil kita sepenuh hati Membangun keluarga yang penuh cinta dan bersama membangun istana disurga Wahai imamku, Aku sadar, diriku jauh dari sempurna Aku memang bukan siti khodijah, tapi aku belajar setia darinya Aku bukanlah siti Aisyah, tapi aku belajar ikhlas darinya Dan bukanlah fathimah binti Muhammad, tapi aku belajar sabar darinya, Kau tahu wahai imamku? Aku sangatlah pencemburu. Semoga kita senantiasa dapat menjaga hati kita selagi berjauhan. Bersabarlah,yakinlah... Allah pasti mempertemukan kita. Jika bukan dunia tempat pertemuan kita insyaallah kita akan bertemu di jannah Nya kelak. Semangatlah..
All Rights Reserved
#186
menunggu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ADA PELANGI DI UJUNG WAKTU
  • [Telah Terbit] Cinta Al-Fatihah "Allah Maha Mendengar Maha Mengetahui"
  • Ku Pilih Jalur Langit
  • di akhir perang
  • Mencintaimu Dalam Diam
  • Namamu Dalam Qiyamul Lailku (End In Dreame)
  • Menunggu santri itu
  • Lelaki Pilihan Ayah & Lekaki Yg Mengagumi Ku [END]✓✓
  • Cintaku Hanya Untukmu Istriku

Aku bukanlah Khadijah binti Khuwailid , tapi aku belajar setia darinya Aku bukanlah Aisyah binti Abu Bakr Shiddiq , tapi aku belajar ikhlas darinya Aku bukanlah Fatimah binti Muhammad Shalallahu'alaihi wa sallam, tapi aku belajar tabah darinya Aku bukanlah Maryam binti Imran, tapi aku belajar tegar darinya Aku bukanlah Asiyah binti Muzahim, tapi aku belajar sabar darinya Aku hanyalah wanita akhir zaman, berusaha menjadi wanita Solehah Menjadi anak yang berbakti pada orang tuaku, dan menjadi istri sekaligus ibu untuk keluarga kecilku (Fathiah Sabrina - 21 tahun) ***** Aku bukanlah orang yang hebat, tapi aku belajar dari orang yang hebat Aku orang yang biasa, tapi aku ingin menjadi orang yang luar biasa Dan, aku bukanlah orang yang istimewah, tapi aku ingin menjadikan seseorang menjadi istimewah (Al Faruq Atthariz - 28 tahun) ***** Bercerita tentang dua insan yang terikat oleh hubungan pernikahan setelah perjodohan dari orang tua mereka. Fathiah, mahasiswa yang baru menyelesaikan S1 nya di Kairo adalah gadis yang lemah lembut hatinya, patuh dan berbakti kepada orang tuanya, gadis yang solehah, takut pada tuhannya, cinta pada nabinya dan bangga dengan agama yang dipeluknya. Faruq, CEO perusahaan industri yang sedang menyelesaikan study S3 nya di Jerman. Laki-laki yang tidak banyak bicara. Baca sampai selesai yaa! Jangan lupa VOTE dan COMMENT?

More details
WpActionLinkContent Guidelines