Tentang Dia

Tentang Dia

  • WpView
    Reads 702
  • WpVote
    Votes 51
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jun 29, 2019
Aku memang jauh dari kesempurnaan Namun memiliki cinta yang begitu sempurna untukmu Aku mencintaimu tak melihat apa kekuranganmu Semua telah aku korbankan Hanya ingin melihat senyum indahmu Mungkin kamu tak memperdulikanku Namun aku masih menunggumu dengan setia Mungkin cintamu bukan untukku Namun aku masih tersenyum dan merelakannya Apa ini yang dinamakan cinta tak terbalas? Cinta yang membuatku remuk Saat mencintai namun tak dicintai Memang cinta itu tak harus memiliki Tapi.. salahkah aku bila terlalu mencintaimu? Aku sadar aku tak pantas untukmu Namun dengarlah hatiku kecilku bicara... Bahwa "aku akan selalu menyanyangimu" Walau kau tak pernah peduli akan cintaku ENJOY
All Rights Reserved
#47
seseorang
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • You're Here, But Not For Me
  • Antara Jarak Dan Waktu
  • Sekali Lagi (End)
  • Sepenggal Cerita Tentang Kamu (END)
  • Love In Paris (COMPLETED)
  • KITA BERBEDA (antara Aku, Kamu, dan Tuhan)
  • My Diary
  • ONE MORE
  • Cerita Tentang Kita

Katanya, tatapan bisa bohong. Tapi kenapa setiap kali mataku dan matanya bertemu, jantungku selalu membocorkan semuanya? Aku yang diam-diam menyimpan perasaan, dan dia... entah menyembunyikannya, atau memang belum menyadarinya. Kadang aku berharap dia gak lihat. Tapi kadang juga kecewa waktu dia beneran gak lihat. Lucu ya? Dan aku? Aku tetap di sini. Setiap kali aku melihatnya, aku hanya bisa menatap dari kejauhan, menyembunyikan perasaan yang tak pernah terucap. Aku takut, jika aku mengungkapkannya, semuanya akan berubah. Jadi, aku memilih diam, menikmati setiap momen kecil yang bisa aku curi bersamanya. Aku sering bertanya-tanya, apakah dia pernah merasakan hal yang sama? Namun, aku terlalu takut untuk mencari tahu jawabannya. Karena jika ternyata tidak, aku harus siap menerima kenyataan yang menyakitkan. Aku tahu, ini bukan cinta yang sehat. Tapi bagaimana aku bisa berhenti mencintainya, jika setiap detik aku hanya memikirkannya? Aku mencoba untuk menjauh, untuk melupakan perasaan ini. Namun, semakin aku mencoba, semakin aku terjebak dalam perasaan yang sama. Seolah-olah hatiku menolak untuk melepaskan. Aku membayangkan bagaimana rasanya jika dia tahu perasaanku. Apakah dia akan menjauh, atau justru mendekat? Namun, semua itu hanya ada dalam pikiranku. Aku menulis tentangnya, tentang perasaanku yang tak pernah sampai. Menulis menjadi pelarianku, satu-satunya cara untuk menyalurkan perasaan ini. Karena aku tahu, aku tak akan pernah bisa mengatakannya langsung padanya. Aku hanya bisa diam dan menahan semuanya sendiri. Tapi mungkin, inilah caraku mencintai. Dalam diam, tanpa harapan, tapi penuh ketulusan. Aku tahu, mencintai dalam diam adalah pilihan yang menyakitkan. Tapi aku juga tahu, ini adalah satu-satunya cara agar aku tetap bisa berada di dekatnya. Meskipun hanya sebagai teman, aku sudah cukup bahagia. Karena setidaknya, aku masih bisa melihat senyumnya setiap hari.

More details
WpActionLinkContent Guidelines