Senja Membawa Rindu

Senja Membawa Rindu

  • WpView
    Прочтений 79
  • WpVote
    Голосов 10
  • WpPart
    Частей 1
WpMetadataReadЗавершенная история втр, июн. 18, 2019
sebuah cerita pengalaman pribadi yg digoreskan dengan tinta dalam puisi.. Anggap saja namanya Marquez yg bertemu pada seorang wanita bernama laurent dan pada saat pertemuan itu datang pada saat itu juga cinta itu datang. rindu itu berat. kamu tak akan kuat. biar aku saja. begitu kata Dilan. Senja sore itu menjadi cerita pertemuan antara aku dan dia. senyuman yg datang seakan membawaku terbang melayang. ku terdiam sejenak dan mengharapkanmu di dalam benak. ku mencoba beranikan diri tuk menghampiri engkau yg telah berhenti berlari. pertemuan pada saat itu pun berlanjut hingga jauh hari. hari dimana bersama kita lewati hingga seragam sekolah berganti.. mau tau gimana kelanjutan ceritanya melalui sebuah puisi? apakah sad ending atau tidak? mari dibaca dan diresapi dalam jiwa. kasih komen tanggapan atau feedback buat aku yaa.. terimakasih. selamat membaca
Creative Commons (CC) «С указанием авторства»
#288
rangkaiankata
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

Вам также может понравиться

  • Mencintaimu Adalah Perang
  • Ruang Kosong di Antara Jingga
  • Rindu: Puisi Praditya Dylan [END]
  • Rindu yang berjarak
  • Sedalam Samudera
  • Diksi Dalam Sepi
  • Poetry Sad
  • Satu Bait Tentang Hidup
  • DIARY DAN DARA (√)

"Akan ada saatnya dimana kita bisa memilih dan sedia menerima pilihan. Sebab cita-cita cinta hanya bisa di usahakan, tanpa bisa di paksakan. Akan ada saatnya dimana aku kembali lagi bersama diriku sendiri. Sebab setelah jauh mengikuti langkahmu, aku sadar bahwa kita tak bisa di satukan. Karena disatukan hanya akan menambah kepedihan yang belum terasa. Dengan sederhana aku ingin memiliki kamu. Dengan sebongkah cinta yang padat, aku ingin meyakinkan kamu bahwa aku tidak main-main mencintaimu". Cerita yang aku tulis dengan bahasa puisi ini, kuperuntukkan untuk kita yang tengah berusaha, untuk kita yang tengah tersakiti, untuk kita yang tengah sulit melupakan, terjebak dalam kenangan dan untuk kita yang mencoba bisa menerima kenyataan. Tak ada kata lain selain berusaha, menerima, bersyukur dan mengikhlaskan.

Подробнее
WpActionLinkТребования к контенту