Senja Membawa Rindu

Senja Membawa Rindu

  • WpView
    Reads 79
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Tue, Jun 18, 2019
WpInfo
Poetry
sebuah cerita pengalaman pribadi yg digoreskan dengan tinta dalam puisi.. Anggap saja namanya Marquez yg bertemu pada seorang wanita bernama laurent dan pada saat pertemuan itu datang pada saat itu juga cinta itu datang. rindu itu berat. kamu tak akan kuat. biar aku saja. begitu kata Dilan. Senja sore itu menjadi cerita pertemuan antara aku dan dia. senyuman yg datang seakan membawaku terbang melayang. ku terdiam sejenak dan mengharapkanmu di dalam benak. ku mencoba beranikan diri tuk menghampiri engkau yg telah berhenti berlari. pertemuan pada saat itu pun berlanjut hingga jauh hari. hari dimana bersama kita lewati hingga seragam sekolah berganti.. mau tau gimana kelanjutan ceritanya melalui sebuah puisi? apakah sad ending atau tidak? mari dibaca dan diresapi dalam jiwa. kasih komen tanggapan atau feedback buat aku yaa.. terimakasih. selamat membaca
Creative Commons (CC) Attribution
#232
rangkaiankata
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • A Love Lost Beneath the Blue
  • Satu Bait Tentang Hidup
  • Waktu?
  • DIARY DAN DARA (√)
  • Rindu yang berjarak
  • Rude Beautiful Girl [Sudah Terbit]
  • Setelah Langit Berbisik (END)
  • Mencintaimu Adalah Perang
  • Ruang Kosong di Antara Jingga

"Sebenarnya, siapa yang lebih aku butuhkan? Dia yang nyata di hadapanku, atau seseorang di masa lalu yang tak bisa kugenggam kembali?" Pertanyaan itu terus menggantung di udara-seperti kabut pagi yang enggan sirna, menggumpal di antara detak waktu yang tak pernah memberinya jawaban. Himeka Ocean, seorang perempuan yang terperangkap di antara bayang masa lalu dan kenyataan yang tak lagi ia pahami. Ia melangkah, namun hatinya terhenti di satu titik: di antara melupakan, atau terus terjatuh dalam jerat kenangan yang tak mau lepas. Di sisi lain, seorang lelaki, ia menjadi peneduh di bawah badai. Ia tinggal, bukan sehari atau dua, tapi bertahun-tahun. Ia mengusap air mata yang tak selalu terlihat, menjadi saksi luka yang tak pernah sembuh, menjadi penjaga dalam sepi yang tak pernah berakhir. Tapi bagi Himeka, itu belum cukup. Bukan karena ia tak bersyukur, tapi karena ada sesuatu yang terus dicari, terus dirindu-seseorang yang hanya hadir dalam lamunan-lamunan panjang dan sunyi. Malam demi malam, ia menelaah hatinya-seperti membaca buku tua yang penuh debu dan sobekan. Ia mencari, di setiap sudut yang pernah ia tutup rapat. Siapa yang selama ini ia tunggu? Cinta seperti apa yang hatinya dambakan? Apakah akhirnya Himeka Ocean akan menemukannya? Atau justru takdir menuntunnya membuka lembaran baru-dengan tangan gemetar namun tekad yang perlahan terbit dari reruntuhan dirinya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines