Rahasia
  • WpView
    Reads 5
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jan 5, 2020
"Jadi kamu nganggap aku apa? Jalang kamu doang?" Gadis bertanya dengan mata yang penuh dengan rasa lelah. "Aku dah bilangkan, kita gak bisa sama-sama." Laki-laki itu berkata dengan lesuh. "Bullshit tau gak. Fuck you Ram." Gadis itu berlalu dan menabrak bahu laki-laki tersebut.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ARTEMIS
  • 𝕐𝕠𝕦𝕟𝕘 𝕄𝕒𝕣𝕣𝕚𝕖𝕕 (𝕊𝕡𝕖𝕔𝕚𝕒𝕝 ℝ𝕒𝕞𝕒𝕕𝕙𝕒𝕟) ✔
  • Cold Seniors •END
  • Z & H
  • Aku Adalah Lukamu
  • Promise Love
  • Tentang Dirimu yang hilang
  • She's Mine (COMPLETED)
  • Step Backward
ARTEMIS

"Heh! Lo mau mati? Lo ga liat ada mobil tadi?!" pertanyaan sarkas itu terlontar dari seorang gadis dengan Hoodie hitam kebesaran dan rok biru yang ia kenakan. Anak laki laki itu terduduk di bahu jalan tidak menjawab apapun dia hanya menatap gadis itu parau, gadis itu berdecak melihat lelaki yang ia tolong diam saja bahkan tidak bergerak. "Ck,malah diem. kalo di tanya itu jawab." kesalnya, ia berbalik mengambil payung yang sebelumnya ia lempar karna menyelamatkan laki laki itu. Berjalan lagi ke arah laki laki itu dan memberikan payungnya berwarna kuning padanya, Laki laki itu mendongak melihat wajah gadis itu. "Nih ambil, muka Lo udh kaya mumi tau!" katanya dengan mengambil tangan lelaki itu untuk menyuruhnya memegang payungnya. "Gue ga butuh ini." jawab lelaki tersebut akhirnya membuka suara. "Udah ambil!" balasnya memaksa. "Tap-" katanya terpotong "gue mau balik!, Lo jangan lakuin hal bodoh itu lagi! nanti yang di atas marah." katanya sembari mengarahkan telunjuknya ke atas dan berbalik menerobos hujan. Lelaki itu tertegun mendengar ucapan gadis itu ia terus menatapnya sampai punggung nya tidak lagi terlihat dan beralih pada payung yang gadis itu berikan dan tanpa ia sadari seulas senyum tipis terukir di bibirnya. Lelaki itu pun mulai berjalan kearah sebaliknya dengan memakai payung itu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines