LaPel
  • WpView
    Reads 100
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jul 4, 2019
Tentang Langit yang punya ego setinggi namanya. Langit tidak suka aturan, tapi menurut akan di beri hukuman. Langit yang acuh. Namun, selalu mencoba mencari perhatian sekitarnya dengan hal-hal yang tidak masuk akal, termasuk membuat Pelangi jengkel. Tentang Pelangi yang membenci dirinya saat terlihat lemah, membenci Senja serta keluarga gadis itu. Pelangi si ketus dan galak yang tidak suka dengan air mata, kecuali air mata Senja. Kesedihan Senja adalah kebahagiaan baginya, meskipun itu harus berhubungan dengan Langit yang sangat ingin ia tenggelamkan. Tentang Senja yang berjuang agar Pelangi menerimanya sebagai saudara. Senja yang berusaha menjadi peruntuh ego sang Langit. Perhatian. Hanya itu yang di inginkan, tapi sulit di dapatkan. Masalah yang tak diduga datang membuat para remaja ini merasa ingin berhenti akan misi awalnya. "Hanya lelah, bukan menyerah." -LaPel- zelitania29 04 Juli 2019
All Rights Reserved
#83
ratu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Langit.
  • Erlangga: Bad Fiance ✓
  • Senja dan Langitnya
  • LANGIT JINGGA (TAMAT)
  • LANGIT
  • SELANG (Senja dan Langit) [TAMAT]
  • BLUE HOUR (Rona Senja di Langit Biru)
  • BEAUTIFUL GOODBYE [END]
  • Meet Again ; Ketika Kisah Belum Usai [End✓]
  • Dia Langit ku
Langit.

Dari Langit, untuk senja yang selalu terlihat indah apa adanya. Senja, jujurlah, kau sudah lama kan kehilangan perasaanmu? Kau sudah lama kan mengagumi bumi akhir akhir ini? Aku sudah tau, Senja. Langitmu sudah tau. Senja, harusnya kau tak datang padaku sejak awal. Harusnya kau tak merasa kasihan dengan kesendirianku. Apa aku yang salah, sudah jatuh cinta padamu? Ini bukan perkara tentang hatimu. Ini tentang isi hatiku. Isi hati langit yang bisu. Isi kerinduan semesta yang tak pernah dapat terungkapkan. Senja, mengapa kau masih disini? Mengapa kau masih harus ada di sela sela hari sepiku? Mengapa kau harus menunjukkan tatapan itu padaku? Senja, aku memang kesepian. Tapi bila memang perasaanmu sudah lama berubah, tak apa, pergilah. Senjaku, Langitmu tetap mencintaimu apa adanya. Bahkan saat ia tau kau tidak pernah mencintainya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines