Nikah SMK [On Going]

Nikah SMK [On Going]

  • WpView
    Membaca 42,085
  • WpVote
    Vote 2,469
  • WpPart
    Bab 26
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Min, Des 18, 2022
WpInfo
Fiksi
Romansa
Nikah SMK Prolog "Adnan!!!" pekik Zahra saat mendapati suaminya menaruh handuk di tempat tidur. "Apa si istri bawelku," sahut Adnan menghampiri Zahra dengan santuynya "Gue udah berapa kali bilang si kalo handuk basah tuh di jemur jangan di taro di sini," kesal Zahra seraya menunjuk handuk basah itu. "Iya iya ... " ujar Adnan mendengus pasrah, jika tidak begini bisa-bisa istri pendeknya itu akan khutbah tujuh hari tujuh malam. ##### "Zah apartemen kita deket laut ya?" tanya Adnan yang tengah menyantap nasi goreng buatan Zahra. "Sinting lo apartemen kita kan di tengah kota," jawab Zahra agak ngegas. Bisa-bisanya si Adnan ngatain dirinya, padahal tadi pagi yang nyuruh Zahra masak kan Adnan. "Kok masakan kamu kelebihan garem si," protes Adnan "Banyak bawel Lo udah, makan awas Lo kalo gak di makan sampe habis," ancam Zahra "Kali kali mah hemat garem Zah , Lo tau kan kita masih pelajar, Masa duit gue hasil PKL abis cuma gara gara garem," oceh Adnan, meski mengomel ia tetap menyantap makanan buatan istri tercintanya. "Suruh siapa masih SMK so soan Nikah," dengus Zahra menatap jengah suaminya. "Suruh siapa lo terima perjodohan ini," ucap Adnan tak terima disalahkan. "Suruh siapa lo lamar Gue," ujar Zahra mendelik. Malam harinya.... "Zah..." panggil Adnan "Paan lagi? Asin lagi?" Tanya Zahra kesal entah kenapa jika ia dekat dengan suaminya hawa-hawa kekeselan selalu menyergap. "Kok gak ada rasanya? Garem nya abis ya?" tanya Adnan. "Tadi lo suruh kurangin garemnya sekarang udah di kurangin masih protes mau lo apasi," gemas Zahra. ###### Gimana jadinya kalo sepasang remaja labil bin sengklek dipertemukan dalam ikatan perjodohan, yang berakhir ke jenjang pernikahan? Apa mereka sanggup menghadapi segala ujian dalam biduk rumah tangga mereka? Atau justru menyerah karena memang tak ada kesiapan yang cukup? Yuk ikutin sama-sama CB absurd ku ini wkwkwk. Next??
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#14
pelayaran
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Menikahinya Dalam Diam (On Going)
  • Masa Itu ✔ (Tamat di Karyakarsa)
  • SENI MEMAHAMI HATI ISTRI
  • ON SIGHT (Completed)
  • The Man
  • Alinka's Story! [Completo]
  • Marriage, Not Dating
  • Sweet RomanShit
  • RE-SILIENCE (END)
  • tumbal gadis perwan

Zaki Keenan Mahendra adalah anak ke 2 dari 3 bersaudara, ia sempat menuntut ilmu di Mesir selama 3 tahun, Zaki itu orang yang sangat cuek dan dingin kepada perempuan kecuali dengan keluarganya. Zaki memiliki satu Abang yang sudah menikah juga sudah memiliki anak laki laki Kayla nadhifa Habiba adalah anak bontot dari 3 bersaudara yang sangat di sayang dan sangat di jaga dengan keluarganya. Kayla memiliki 2 Abang yang masih single dan sibuk dengan pekerjaannya masing masing "Assalamualaikum umi," ucap laki laki tersebut yang sedang menelpon seseorang "Wa'alaikumusalaam nak," jawab wanita paruh baya di sebrang telepon "kamu sudah sampai nak," tanya wanita paruh baya tersebut "Sudah umi, baru saja sampai," jawab laki laki tersebut "umi yang jemput aku siapa," tanya laki laki tersebut "Di jemput abang sama Abi nak, seharusnya si sudah sampai," jawab wanita paruh baya di sebrang sana "Gitu ya umi, yaudah telepon nya Zaki matiin ya umi, Zaki mau cari Abi sama Abang," ujar laki laki tersebut-- Zaki Keenan Mahendra "Iya nak silahkan," jawab wanita disebrang sana "Assalamualaikum," ucap Zaki setelah mendengar jawaban sang umi "Wa'alaikumusalam nak," jawab wanita paruh baya tersebut. setelah salamnya di jawab Zaki pun mematikan teleponnya. Saat ini di dalam salah satu rumah di jakarta sedang adanya rengekan dari anak perempuan yang kurang lebih sudah berumur 19 tahun, dengan tinggi badan 165 cm. Anak gadis itu sedang merengek agar liburnya di perpanjang "Bunda, pulangnya Minggu depan aja," rengek gadis tersebut "Gabisa sayang, bunda izinnya hanya 3 hari dan besok pagi kamu sudah harus kembali ke pondok," sahut wanita paruh baya yang di panggil bunda dengan anak gadis tersebut. "Bundaa, tolong lah kali ini aja ya pliss," rengeknya dengan mata memelas yang sudah berkaca kaca seperti ingin menangis menatap sang bunda "Gabisa sayang, sudah ya kamu besok kembali ke pondok," kekeh sang bunda

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan