"eomma, appa, hyungdeul, saeng, jebal jangan acuhkan aku lagi, tolong lirik aku, bisakah kalian merasakan keberadaanku?, tolong jangan anggap aku hanya sebatas angin lalu, tolong selamatkan aku dari semua rasa sakit dan kepedihan ini, "
"aku akan menolong mu, untuk itu biarkan aku mengendalikanmu. Takkan kubiarkan mereka menyakitimu. karena mulai sekarang, kau adalah aku dan aku adalah kau, ".
"bertahanlah saeng, hyung dan dongsaeng mu akan selalu disampingmu, jadi jangan pernah merasa sendirian, "
"mulai detik ini, jangan panggil aku Lalice".
tatapannya masih kosong, menatap gundukan tanah yang masih basah. tidak ada setetes air mata yang mengalir membasahi pipinya.
"kalau ku memanggil mu dengan Lisa, boleh kan?".