"eomma, appa, hyungdeul, saeng, jebal jangan acuhkan aku lagi, tolong lirik aku, bisakah kalian merasakan keberadaanku?, tolong jangan anggap aku hanya sebatas angin lalu, tolong selamatkan aku dari semua rasa sakit dan kepedihan ini, "
"aku akan menolong mu, untuk itu biarkan aku mengendalikanmu. Takkan kubiarkan mereka menyakitimu. karena mulai sekarang, kau adalah aku dan aku adalah kau, ".
"bertahanlah saeng, hyung dan dongsaeng mu akan selalu disampingmu, jadi jangan pernah merasa sendirian, "
Brengsek!
Menyebalkan!
Tak tahu diri!
Tidak punya perasaan!
Berisik!
Keras kepala!
Egois!
Usil!
Tapi, kenapa aku masih menyayangi mereka saat ku tau semua realita tadi yang telah kusebutkan selalu terjadi pula padaku? Entahlah. Tetap saja walaupun mereka laki-laki, mereka adalah kakakku. Benci, namun tak sebanding dengan rasa sayang, dan perjuangan mereka untukku.
.
.
.
Udah segitu aja, ntar malah dikira ceramah:V
This story may contain baku words bin gaje unfaedah
Happy reading gaess(○゚ε゚○)