"eomma, appa, hyungdeul, saeng, jebal jangan acuhkan aku lagi, tolong lirik aku, bisakah kalian merasakan keberadaanku?, tolong jangan anggap aku hanya sebatas angin lalu, tolong selamatkan aku dari semua rasa sakit dan kepedihan ini, "
"aku akan menolong mu, untuk itu biarkan aku mengendalikanmu. Takkan kubiarkan mereka menyakitimu. karena mulai sekarang, kau adalah aku dan aku adalah kau, ".
"bertahanlah saeng, hyung dan dongsaeng mu akan selalu disampingmu, jadi jangan pernah merasa sendirian, "
Pernahkah kau merindukan seseorang sebanyak tetesan air hujan yang jatuh ke bumi? Atau mungkin lebih daripada itu. Rasanya begitu berat, aku tidak bisa menemukannya. Sudah ku cari ke setiap tempat, tapi dirinya tak kunjung terlihat. Langkah kecilku tak bisa menyamai langkah panjangnya. Dia pergi, jauh dan tak bisa ku raih.
Kesempatan akhirnya datang, tanpa sengaja aku bertemu dengannya. Kerinduanku selama belasan tahun terbayar. Apa dia mengingatku? Adik kecilnya. Atau, apa dia membenciku karena aku penyebab kehancuran keluarganya? Aku terlalu takut untuk mengetahui jawabannya.
Di besarkan dengan harta berlimpah tak membuatku senang, ada kesedihan di ujung hati yang kian hari kian menyesakkan. Aku tak pantas mendapatkan semua ini. Aku merebut kebahagiaan seseorang.
Aku bertekad, akan ku korbankan semuanya bahkan hidupku untuk membawanya kembali dan bersamaku lagi. Kalian mau melihat bagaimana kisahku? Akan ku ceritakan semuanya, tolong kenang aku sebagai manusia yang pernah hidup di bumi ini meskipun tanpa keluarga.