"eomma, appa, hyungdeul, saeng, jebal jangan acuhkan aku lagi, tolong lirik aku, bisakah kalian merasakan keberadaanku?, tolong jangan anggap aku hanya sebatas angin lalu, tolong selamatkan aku dari semua rasa sakit dan kepedihan ini, "
"aku akan menolong mu, untuk itu biarkan aku mengendalikanmu. Takkan kubiarkan mereka menyakitimu. karena mulai sekarang, kau adalah aku dan aku adalah kau, ".
"bertahanlah saeng, hyung dan dongsaeng mu akan selalu disampingmu, jadi jangan pernah merasa sendirian, "
"Eomma, apa eomma membenciku? Di mana appa?
***
Tatkala rasa bersalah menyelimuti Jiwa. Apalagi yang bisa Jisoo harapkan? Kepingan hati yang telah lama berserakan kembali bersatu ketika bagian masa lalu hadir dalam kehidupan. Hatinya hancur, manakala sang putra menanyakan keberadaan sosok yang seharusnya menjadi panutan.
Bukan maksudnya untuk lari dari kenyataan. Namun, kepahitan yang Taehyung torehkan padanya telah lama mencokol dalam relung hingga perlahan mengikis kewarasan. Keinginan untuk bebas tak luput dari harapan, tapi nyatanya takdir membawanya kembali pada sebuah penyesalan. Kembalinya Taehyung dalam hidupnya membawa dilema besar dalam hatinya.
Akankah ia menemukan kebahagiaannya? Atau berakhir menangis kembali dalam kesengsaraan? Lalu, bagaimana dengan nasib buah cinta yang telah lama ia abaikan begitu saja? Hanya waktu yang bisa mengungkapnya.
ŠArdagra2019