"eomma, appa, hyungdeul, saeng, jebal jangan acuhkan aku lagi, tolong lirik aku, bisakah kalian merasakan keberadaanku?, tolong jangan anggap aku hanya sebatas angin lalu, tolong selamatkan aku dari semua rasa sakit dan kepedihan ini, "
"aku akan menolong mu, untuk itu biarkan aku mengendalikanmu. Takkan kubiarkan mereka menyakitimu. karena mulai sekarang, kau adalah aku dan aku adalah kau, ".
"bertahanlah saeng, hyung dan dongsaeng mu akan selalu disampingmu, jadi jangan pernah merasa sendirian, "
Kamu adalah Samudra. Yang tenangnya adalah tipuan. Menutupi segala gemuruh lara di dalam sana.
Mereka bilang, menatapmu hanya akan membawa kembali perih yang memang tak pernah hilang.
Hadirmu tak di inginkan. Namun, hilangmu menjadi luka yang tak terjabarkan.
Sebagaimana samudra yang sebenarnya tetap bertahan tanpa ada yang mengerti dirinya. Samudra juga berharap, dirinya pun begitu.
"Jadi kapan gue bakal di maafin?"
"Nggak tahu, mungkin besok."
Tapi gimana, gimana kalau waktu 'besok' yang lo maksud itu dateng. Justru gue yang udah hilang.