Aku Bunga. Ketika orang bertanya, aku ini bunga apa, aku hanya bisa diam. Aku tergantung di antara atas dan bawah. Tali ini yang akan memutuskannya. Tali ini adalah lelaki.
Mencari esensi kata "lelaki" yang sulit kutemui dari arti kata "hidup". Namun, kutetap mencari. Sampai kapan? Entahlah. Padahal, ia sudah sia-sia.
Pencaharian mengajariku untuk mengenal berbagai dalam hidup. Mereka mengajarkanku bahwa hidup itu harus berjuang. Aku benci mereka. Tidak adil. Kenapa manusia "lain" memilikinya? Sedangkan aku? Kutetap mencari.
Esensi kedua hal tersebut membuatku bingung dengan berbagai teori dan informasi yang menghiasi otakku. Bagian mana yang harus kupercaya? Bagian mana yang harus kusingkirkan mentah-mentah? Kutetap mencari.
Jangan lupa follow dulu ya.
Lebih baik baca aja dulu, siapa tahu suka.
18+ dan buat yang open minded.
.
--Favian
Jika boleh terlahir kembali, aku ingin lahir seperti Farren: bebas. Tak ada kekangan dari orang tua, harus ijin ini-itu sebelum berbuat sesuatu ataupun keluar rumah. Namun semua hanya anganan. Aku hanya manusia manja yang terbiasa karena terpaksa.
--Farren
Dari balik diriku yang urakan, tersimpan hati yang rentan. Tersimpan penyesalan akan hidup. Oh Tuhan... mengapa aku harus hidup, mengapa aku harus Engkau ciptakan jika hanya untuk menderita? Katamu, tidak ada satu pun ciptaanmu yang tak berguna. Sedangkan aku? Entahlah. Apalagi Engkau sisipkan cinta yang berbeda pada diriku, hingga membuatku semakin tersiksa.
***
Favian dan Farren dua orang yang saling berbeda, tapi saling melengkapi hingga mereka terlibat dalam persahabatan yang sangat dekat. Bahkan sudah seperti saudara. Kehidupan keduanya pun bertolak belakang. Favian yang tumbuh menjadi laki-laki lemah dan manja, berbeda sekali dengan Farren yang urakan dan tegar. Sampai keduanya harus kabur dari rumah karena Favian ingin menemui pacar dunia maya-nya di Bali. Hidup yang sebenarnya pun mereka jalani di sana. Kesulitas dan kesengsaraan mereka rasakan. Perpecahan pun terjadi saat rahasia demi rahasia terbongkar. Apakah keduanya tetap bersahabat hingga akhir hayat?
***