Level 0-1

Level 0-1

  • WpView
    Reads 16
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Sep 6, 2022
Ryuu Kazarea, putra kedua dari keluarga konglomerat. Terlena dengan kehidupan yang terbalut kemewahan, dirinya melupakan kehidupan manusia normal pada umumnya. 17 tahun sejak Ryuu menghirup udara di Bumi, kegiatan yang sering dilakukannya hanyalah membuang-buang waktu. Ryuu tidak mengenal yang namanya sekolah ataupun bersosial. Kebanyakan waktu yang dia habiskan cuma duduk di depan komputer, di dalam kamar. Baginya ini adalah kehidupan surga, namun itu tak bertahan lama. Saat ulang tahunnya yang ke 18, ayah Ryuu mengumumkan bahwa pewaris pengurus perusahaan jatuh kepada dirinya. Sontak hal itu membuat ketenangan Ryuu terusik. Hanya membayangkan tugas yang menanti sebagai pemegang perusahaan membuatnya depresi. Hingga akhirnya dia tertekan, dan melarikan diri. Meninggalkan surganya, dia hidup sebatangkara. Tak butuh waktu lama hingga dia benar-benar merasa putus asa. Dilema antara kembali pulang atau hidup sendiri tanpa tujuan. Lambat laun, karena perasaan yang semakin memburuk, Ryuu akhirnya menyerah. Dia tidak mengambil kedua pilihan, namun lebih ingin mengakhiri hidupnya. Namun, saat Ryuu akan mengeksekusi dirinya sendiri, Ryuu didatangi seorang Gazer yang menyebut dirinya sebagai Dewa, dan memberikan dua pilihan kepadanya. 'Mati sia-sia atau memulai kehidupan baru di duniaku?' [Cover by : Pinterest (edited)]
All Rights Reserved
#12
deepfeeling
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Let Me Love You Longer
  • MIRROR | Jay ✓
  • Rumah Tanpa Pintu [ON GOING]
  • Kenapa Harus Aku?! || Kim Sunoo [END]✓
  • Respirator [Selesai]
  • Ruby Kaesta V Or G  [TERBIT]
  • Mission To Make You Happy
  • BAM || Betapa Aku Mencintaimu (End)

Ini mengenai gadis manis yang pendiam dan gemar menari. Merahasiakan segalanya di balik senyum dan tawa ceria. Sampai pada saat rahasianya tak lagi dapat ia sembunyikan. "Gue nggak tau, sampai mana gue bisa bertahan. Tapi yang pasti, gue sayang sama lo." Bibir gadis itu tersenyum. "Andai gue bisa memilih, gue bakalan milih buat nggak kenal orang kayak lo, daripada akhirnya lo ikut menderita karena gue," sambung gadis itu. "Dan andai gue bisa memilih, Mil, gue bakalan milih buat nggak pernah terlahir daripada akhirnya gue harus nyaksiin gimana sakitnya orang yang gue sayang berjuang buat bertahan hidup." °°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°° JANGAN LUPA FOLLOW, GUYS!-♡ Halo, ini ceritaku yang ketiga di sini. Pastikan kalian baca sampai akhir, ya. Dan satu lagi, jika ada kesamaan nama tokoh, latar, atau apa pun dalam cerita ini, itu semua murni ketidaksengajaan. Harap dapat dimaklumi dan tidak langsung menjatuhkan. Oiya! Disclaimer aja, ceritanya lumayan singkat. So, pastiin jangan terlalu nyaman atau dighosting. Sudah cukup real life kalian dighosting, di cerita, kuharap jangan, xixi^^ Happy Reading-♡ Cover by : Pinterest

More details
WpActionLinkContent Guidelines