Hilang Makna

Hilang Makna

  • WpView
    Leituras 24
  • WpVote
    Votos 5
  • WpPart
    Capítulos 2
WpMetadataReadConcluída dom, nov 7, 2021
Inilah takdir, terkadang saat kita berpikir akan selamanya, bisa jadi yang didapat hanya perihnya luka. Dan terkadang saat hati berdarah-darah, tiada jalan untuk lari darinya. Bagaimana bisa untuk bertahan, Saat kastil impian yang ku bangun bertahun-tahun, kini lebur tinggal runtuhan. Panggung yang kukira milik kita, tiada ku sadari bahwa diri hanya figuran. Aku lara, saat berkata bertekad ' pasti baik-baik saja' Untuk kita yang tak bisa lagi berjalan bersama. -Diza Pada mulanya tak ada yang mengira berakhir begini. Yang ku pikir hanya sekedar pengalihan, ternyata berakhir dengan sesal perpisahan. Aku bisu, saat kamu meminta pisah Sedang aku, terlambat menyadari jika menua denganmu sangatlah indah. -saka
Todos os Direitos Reservados
#790
kisahku
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Remember Me As A Time of Day✅
  • ARIESKA || Sweet Family [ ✓ ]
  • Laskar Pemimpi || NCT Dream (on going)
  • Jovanka dan Abang Kembar
  • True Love
  • ASING KARNA TAK LAGI BERSAMA
  • [ √  ] AMERTA ¦ Ft Huang Renjun
  • Lukisan Amerta Anyura
  • DARKA

Tidakkah kau rasakan waktu berlalu begitu cepat? Ia hampir saja membuatku melupakan satu hal yang paling menyakitkan tentang dirimu. Tentang kau yang tiba-tiba hilang seakan ditelan bumi. Tentang lenyapnya impian yang pernah kita rangkai bersama. Hidup bahagia dalam bahtera rumah tangga. Dan membangun sebuah keluarga kecil yang bahagia. Bahkan semua itu telah kita susun sedemikian apik dan terlaksana sesuai harapan. Namun ternyata kenyataan menamparku dengan kepergianmu. Kehidupan kita yang aku damba-dambakan sekarang hanya menjadi sebatas imajinasi. Sejak kepergianmu tak ada satu haripun yang aku lewati tanpa memikirkanmu Berulang kali ku paksa memoriku untuk memutar deretan hari yang kita lewati bersama kedua buah hati kita sebelum kepergianmu itu, berharap aku bisa menemukan jawaban atas semua pertanyaan-pertanyaan yang menghantuiku. Namun tak ada satupun dari rentetan kenangan itu yang menjawab kegelisahanku. Sampai akhirnya waktu, benar membuatku terbiasa. Mencoba menghapus semuanya meski seringkali dadaku sesak karena tangis yang tak bisa kulepas. Dan kini sudah dua tahun kisah kita berakhir tanpa kata pisah Dan takdir seolah mempermainkanku dengan mempertemukan kita kembali secara tidak sengaja Kau masih sama, tidak ada yang berubah Kau masih seperti sosok yang dulu membuatku jatuh hati Tapi yang membuatku terpukul adalah Tuhan merenggut ingatanmu.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo