Menjemput Kereta Terakhir

Menjemput Kereta Terakhir

  • WpView
    Reads 177
  • WpVote
    Votes 23
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jun 22, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
Menjemput Kereta Terakhir // Jika inginkan senja, lewatilah fajar. Jika ingin ditemukan, teruslah mencari. Jika ingin diperjuangkan, nikmatilah proses. Jika inginkan mawar, bersiplah untuk sakit. Jika ingin dipastikan, hilangkanlah keragu-raguan. Jika ingin dimengerti, cobalah tuk memahami. Jika inginkan pelangi, temukanlah dikala hujan reda. Jika berpisah, maka relakan. Jika rindu, maka ungkapkan Jika selesai, kembalilah. Kembali pulang pada tempat yang tepat. Seperti kereta yang sampai tepat di stasiunnya. **** Sebelum lanjut bacanya. Yuk siap-siapin hati dan perasaan :) Mana tau setelah baca ini, kereta-kereta lama mampir lagi ke stasiunnya. Kalo gitu kuy sama-sama kita ikutin perjalanan seru "Menjemput Kereta Terakhir". Happy reading yaa. Boleh juga kalo ada saran-saran yaa :)
All Rights Reserved
#92
citacita
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Mencintaimu Adalah Perang
  • Jatuh Cinta itu Luka
  • Ungkapan Perasaan.
  • Untuk, Abadi | Completed ✔
  • Maaf' (Revisi)
  • Rindu: Puisi Praditya Dylan [END]
  • Sore, Senja, dan Hujan
  •  Rasa Tanpa Nama
  • Daily Quotes
  • Almost.

"Akan ada saatnya dimana kita bisa memilih dan sedia menerima pilihan. Sebab cita-cita cinta hanya bisa di usahakan, tanpa bisa di paksakan. Akan ada saatnya dimana aku kembali lagi bersama diriku sendiri. Sebab setelah jauh mengikuti langkahmu, aku sadar bahwa kita tak bisa di satukan. Karena disatukan hanya akan menambah kepedihan yang belum terasa. Dengan sederhana aku ingin memiliki kamu. Dengan sebongkah cinta yang padat, aku ingin meyakinkan kamu bahwa aku tidak main-main mencintaimu". Cerita yang aku tulis dengan bahasa puisi ini, kuperuntukkan untuk kita yang tengah berusaha, untuk kita yang tengah tersakiti, untuk kita yang tengah sulit melupakan, terjebak dalam kenangan dan untuk kita yang mencoba bisa menerima kenyataan. Tak ada kata lain selain berusaha, menerima, bersyukur dan mengikhlaskan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines