INFINITE GAME

INFINITE GAME

  • WpView
    Reads 1,105
  • WpVote
    Votes 53
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadComplete Mon, Nov 18, 2019
Infinite Game Its not about game, its about life Saya ingin membagi hal yang sangat penting tentang infinite game, yaitu permainan tidak terbatas. Infinite game, ketika pemainnya diketahui dan tidak diketahui, peraturannya bisa berubah, dan tujuannya adalah agar permainan tetap berjalan. Ketika kita mempertemukan pemain terbatas dengan pemain terbatas, keadaan menjadi stabil. Begitu pula dengan jika pemain tidak terbatas bertemu dengan pemain tidak terbatas, keadaannya juga menjadi stabil. Karena di infinite game (permainan tidak terbatas) tidak bisa ada yang menang dan yang kalah dalam permainan, tidak ada sama seperti kehidupan kita. Dan karena tidak ada yang menang dan kalah, pemain keluar dari permainan ketika mereka kehabisan motivasi atau sumber daya untuk bermain, tetapi tidak ada istilah menang dan kalah Masalah akan muncul ketika mempertemukan pemain terbatas dengan pemain tidak terbatas. Karena pemain terbatas bermain untuk menang, sementara pemain tidak terbatas bermain agar permainan tetap berjalan. Lalu perbedaan pemain terbatas dan pemain tidak terbatas seperti apa? Disinilah kita akan membahasnya dalam kasus yang lebih nyata, ketika seorang karyawan bernama Tiwi (Pemain terbatas) yang sangat ingin menyingkirkan Raisa dari perusahaan. Tiwi terobsesi untuk menjtuhkan kompetitornya, sementara Raisa adalah pemain tidak terbatas yang terobsesi dengan tujuannya. Tiwi ingin menyingkirkan Raisa dengan cara mencari-cari kesalahan Raisa dan menyebarkannya kepada rekan-rekan Raisa sehingga rekan-rekannya menjadi kesal dan tidak suka, dengan cara bullying inilah Tiwi berusaha keras menyingkirkan Raisa, sementara Raisa sama sekali tidak melihat Tiwi sebagai kompetitor ia berfokus pada bagaimana memperbaiki sistem HR, bagaimana melayani karyawan dengan lebih baik, bagaimana ia self development untuk dirinya dan orang-orang disekitarnya.
All Rights Reserved
#713
chicklit
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Chirping Town (TERBIT)
  • [END] Peeking Past Foliage
  • Stay Alive [TAMAT]
  • Sshhh... Don't Tell Anyone (that i love her)
  • Oh, My CRUSH! (TAMAT)
  • ALL OF THEM WANT TO KILL HER (Tamat)
  • Rekonsiliasi Hati ✔
  • Behind The Smile (TERBIT)

SEBAGIAN BESAR SUDAH DIHAPUS. HANYA TERSISA 3 BAB. [The Capital #2] Chirping Town atau ChirTo-salah satu departemen aktif di perusahaan jasa eksklusif bernama The Capital. Namun, berbeda dari departemen lain yang memiliki ribuan klien, ChirTo merupakan salah satu unit layanan kecil yang jarang dibicarakan. Bahkan di bagan resmi perusahaan The Capital pun, nama Chirping Town hanya dimasukkan ke dalam "other services" yang menandakan ketidakpopuleran departemen itu. Chirping Town memiliki layanan khusus yang bergerak di bidang Professional Audience Member alias jasa penonton bayaran. Seperti nama departemennya, tugas mereka adalah membuat kicauan dan menciptakan keramaian sesuai dengan permintaan klien. Namun, tugas yang dimiliki ChirTo tidak sesederhana bersorak sorai atau bertepuk tangan seperti penonton di acara-acara televisi. Mereka harus benar-benar mampu meningkatkan pamor sang klien dengan menyembunyikan fakta bahwa mereka adalah crowd yang dibayar. Berbagai macam trik akan mereka lakukan demi menuntaskan tugas dengan sempurna. "Gawat, Bu Bos masuk rumah sakit, Guys! Keracunan makanan!" "Hah? Gimana bisa?" "Kemarin Bos dinner sama Pak Bos sebelah dan habis itu muntah-muntah." "Gila! Bos kita diracun sama Bos sebelah?" "It seems so. Jahat banget sumpah. Meski mereka musuh bebuyutan, tapi masa sampai ngeracunin-" "Fitnah teroooos! Lo nggak tahu apa Bos gue juga lagi terkapar di RS gara-gara makan bareng Bos lo!" "Nggak usah ikutan nyamber, deh. Gue nggak ngomong sama tim lo!" "Ya, suara lo jangan kenceng-kenceng Maimunah, yang punya ruangan ini bukan tim lo doang!" Pertengkaran, adu mulut, dan persaingan antar pekerja adalah peristiwa yang lumrah terjadi di ChirTo. Namun, bagaimana jika departemen itu terjebak dalam sebuah situasi yang mengharuskan mereka untuk menurunkan ego dan bekerja sama dengan lawan? *** "Everyone, listen to me carefully. ChirTo hanya butuh satu kepala untuk memimpin dan-" "Dan satu kepala itu gue." "Shut up. Lo ngerusak orasi gue!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines