Aku & Kanker

Aku & Kanker

  • WpView
    Reads 5,516
  • WpVote
    Votes 210
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadMatureComplete Sat, Jul 13, 2019
Aku adalah pengidap kanker otak, Dengan kanker yang ada di dalam kepala sudah menginjak stadium 3 aku selalu berusaha terlihat baik - baik saja walau susah untuk disembunyikan, merepotkan memang .... ibarat bom waktu yang siap meledak kapan saja jika tuhan menekan tombol controlnya, sekarang yang aku lakukan hanya melawannya dengan keberuntungan yang terbilang kecil namun tidak juga mustahil. herannya dengan kondisi yang siap membuat ku koma bahkan meninggal kapan saja untungnya aku masih bisa beraktivitas seperti biasa, tertawa jika teman memberikan lelucon dan marah jika kalah main game hahahhahahaha ya setidaknya emosi ku masih normal. Oh iya, Nama saya wisnu ari wardana kelahiran jakarta 18 september 1998. Sekarang saya tinggal di Bali, hmzz siapa sih yang nggak tahu Bali. Pulau yang dengan sejuta destinasi wisata nya, tapi kali ini saya nggak bakalan nyeritain bagaimana menakjubnya bali atau kemana saja saya jalan-jalan ketika dibali, melainkan menceritakan perjalanan hidup saya yang ingin saya bagikan kepada teman-teman semuanya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sadness
  • Time For Opportunity
  • Okay, We're Married on July
  • It's Okay, Kamu Normal !
  • RED CITY : ISOLATION
  • AKU BERTANYA KEPADA TUHAN SAJA
  • Long Waiting For
Sadness

Aira menatap kearah jam dinding kamarnya, ini sudah jam 1 malam pikirnya. Sudah terlalu lama Aira menatap layar komputernya menyelesaikan tugasnya. Matanya sudah lumayan berat. Ia memutuskan untuk menghentikan kegiatannya. Aira itulah nama yang diberikan orangtuaku sejak aku kecil. Kedua orangtuaku mengharapkan jika nanti aku sudah tumbuh dewasa kelak menjadi orang yang sangat disegani oleh setiap orang. Namun harapan kedua orangtuaku pupus ditengah jalan. Ketika aku menginjak usia 12 tahun kedua orangtuaku meningggalkanku akibat kecelakaan pesawat. Mau tidak mau aku harus mandiri dan tinggal ditempat omaku yang super bawel. Tapi dengan sikap kebawelannya itu membuatku sangat rindu padanya. Setelah aku tamat SMA aku memutuskan untuk tinggal dikota jauh dari omaku yaitu kota Denhaag, Belanda. Aku asli orang medan dan dibesarkan dimedan pula. Tetapi pada saat aku lulus SMA aku mendapatkan beasiswa dari sekolahku untuk melanjutkan pendidikanku di Belanda. Sudah tiga tahun aku tinggal dikota ini. Kota yang sangat menyenangkan. Sendiri meniti karier. Bekerja sambil kuliah disalah satu café yang sangat dikenal dikota ini "Hancook Café" itu lah nama Café yang sangat terkenal disini. Aku termasuk orang yang beruntung bagaimana tidak sudah kuliah dengan beasiswa dan kerja pula ditempat yang sangat terkenal disini. Untung saja café tempat aku bekerja tidak terlalu jauh dari tempat kostanku. Jika banyak tugas kuliah aku bisa mengerjakannya sambilan ditempat kerjaku.

More details
WpActionLinkContent Guidelines