Four Stars (HIATUS)

Four Stars (HIATUS)

  • WpView
    Reads 172
  • WpVote
    Votes 29
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Feb 16, 2025
Kisah Nabila, seorang gadis dengan segudang warna lara, suka, dan perjuangan bersama 3 sekawannya dalam naungan pesantren. persahabatan, cinta, dan impian. mengulik juga kisah kehidupan santri. * Nabila, si cantik yang penuh ambisi ini punya segudang kisah menarik dan pelik semasa di pesantren. Mulai dari kisah cintanya yang tak berujung, juga tentang mimpi-mimpi besarnya akan anak bangsa, dibumbui dengan berbagai hujatan dan fitnah dari teman-teman yang notabene tak menyukai ketenaran Nabila menambah kesan yang teramat. "Jangan pernah khawatir bil, kita semua ada untuk saling menguatkan." ucap Nasya. "Seberapapun banyaknya kamu jatuh, kita akan selalu mengulurkan tangan untuk kamu bangkit." Ujar Riri "Ketika ada satu bintang redup, tiga bintang lainnya akan berdiri menyinarinya." Ujar Siina "Jangan pernah takut jatuh bil. Walau kamu bukan lagi milikku, tapi aku akan selalu ada untukmu ketika kamu butuh aku." ucap Rafi. "Kamu adalah bintang untuk dirimu sendiri, Nabila" ucap Akmal. Nasya, Riri, Siina adalah penopang semangat Nabila. Dengan canda mereka bisa ubah tangis jadi tawa. Sedangkan Rafi adalah sepenggal kisah yang pernah ada dalam hidup Nabila. Dan mungkin akan selalu ada. * _Enjoy the story_
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • AURORA
  • JAM 3 SORE
  • JANUARGHA
  • Friendship In Love
  • Shubuh Itu Terbit dari Sepasang Matamu
  • BEFUDDLES (SELESAI)
  • BarraKilla
  • Diary Ayra: Cerita Cinta SMA
  • ELZEAN [On Going]
AURORA

"Semua peristiwa yang kita alami selama ini ternyata akan berakhir menjadi kenangan? Lalu kenapa kau dulu menyinggahi hati ini jika pada akhirnya kau pergi. Datang untuk pergi, lebih pantas ku tunjukkan padamu". Ucap Rara "Mengapa dulu diri ini terlalu bodoh? Harusnya aku bisa membedakan mana tamu dan mana tuan rumah. Jika kau dulu datang sebagai tamu, maka akan kusuguhkan teh saja. Namun kau datang berlagak bahwa kau adalah tuan rumah, maka aku menyuguhimu hati. Jangan salahkan aku jika aku salah memberi perjamuan untukmu. Tanyakan pada dirimu! Salahkah cara kedatanganmu?" Rizki hanya bisa mematung menatap wanita kuat didepannya yang sudah ia sakiti. Ia terlalu bodoh memberikan semua pengharapan kepada Rara. Sekarang semuanya sudah terjadi. Nasi telah menjadi bubur, Rizki harus terima bahwa ia akan kehilangan wanita yang benar benar tulus mencintainya. Ikuti terus kisah perjuangan cinta Rara mencapai titik puncak.

More details
WpActionLinkContent Guidelines