Kalimat Sederhana | Quotes

Kalimat Sederhana | Quotes

  • WpView
    Reads 527
  • WpVote
    Votes 176
  • WpPart
    Parts 42
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jan 23, 2022
Ranks #56 incurahanhati (21 juni 2019) #58 incurahanhati (21 juni 2019) #99 incurahanhati (22 juni 2019) #320 inrindu (23 juni 2019) #37 incurahanhati (23 juni 2019) #451 insajak (23 juni 2019) #58 inpuitis (23 juni 2019) #12 intentangcinta (23 juni 2019) #413 inbahagia (23 juni 2019) #5 inkatakatagalau (23 juni 2019) #4 inkatakatamotivasi (23 juni 2019) #2 intentangremaja (23 juni 2019) #1 inkeluhkesah (24 juni 2019) #2 inkeluhkesah (26 juni 2019) #1 intentangkehidupan (27 juni 2019) #3 inkatakatamotivasi (27 juni 2019) #2 inkatakatabijak (1 September 2021) #2 intentangremaja (30 Januari 2022) --- Berbagai kata dirangkai menjadi kalimat puitis. Hanya kata-kata yang dapat menggambarkan isi hati.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Pikul Pilu Pada Pulangmu
  • My Wish
  • Semua Memukul (✅)
  • အချစ်၏ဟန်ပန်-𝑻𝒉𝒆 𝑺𝒕𝒚𝒍𝒆 𝑶𝒇 𝑳𝒐𝒗𝒆(Complete)
  • kumpulan cerpen kookmin/Jikook (book 2)
  • My SIN (GXG iam Lesbian)
  • Rembulan Yang Sirna
  • poem
  • Unexpected Married  (YUSION/SIYU  GS)
  • 365 HARI BERCINTA DENGAN PUISI

Apa yang sebenarnya manusia inginkan? Apa yang sebenarnya lahir dari kembara tanpa tuju? Menyibak kekosongan, enggan berhenti. Satu dua kali, aku pun melakukannya. "Di mana rumahmu? Apa kamu mengunjunginya akhir-akhir ini?" Semilir mengantar gembiramu pada saat gelisah sejak kemarin menjemputku. Tapak tidak mengambil jeda. Pun bibir bergetar, melengkung pahit. "Tidak. Rumahku tidak dapat aku temukan." Rumahmu mungkin bukan lagi rumah yang hangat. Terlalu terkepul tangis, dusta, dengki, dan segala lara yang dibawa seorang diri. Tanpa kenal lelah meski sebenarnya ingin menyerah. Bersama perasaan-perasaan ini, kamu akan menemukan tempat bersandar. Bersama apa pun yang tertulis di sini, mari temukan kembali dirimu yang mungkin telah lama lupa jalan pulang. *** Seri Dua dari antologi puisi FOUR ©2026

More details
WpActionLinkContent Guidelines