Bintang

Bintang

  • WpView
    Reads 13,810
  • WpVote
    Votes 2,367
  • WpPart
    Parts 26
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Sep 11, 2020
"Kalau ada apa-apa bilang. Jangan cuma diam. Biar orang yang sayang sama lo tahu apa yang harus dia lakukan." Airin termangu dengan perkataan Bintang tadi. Airin sangatlah tahu arti di baliknya. Airin berbalik menatap ke manik mata cowok itu tepat. "Perasaan lo ini hanyalah perasaan sementara yang akan hilang secepat perasaan itu datang. Perasaan yang tumbuh karena terbiasa dan akan gugur ketika 'terbiasa' itu hilang entah ke mana." Selepas mengucapkan itu, Airin melepas cekalan Bintang yang melonggar dan balik badan berlari pergi. Bintang diam menatap punggung Airin pergi. Tidak mencegah gadis itu. Ia terhenyak dengan kalimat Airin tadi. Perasaan sementara katanya? Bintang menunduk. Cowok itu menghela nafas kasar. Di saat hatinya mulai percaya oleh hadirnya perasaan baru dengan seseorang-perasaan yang mampu membuat dirinya banyak berubah-ia malah dapat penjelasan dari seseorang itu bahwa perasaannya hanyalah perasaan sementara, yang katanya akan hilang begitu saja. Seperti sebuah tulisan yang ditulis di atas pasir lalu tersapu air. Hilang. [ JANGAN LUPA TINGGALKAN VOTE DAN KOMENTAR!] Cover by: @littleunicorrn_
All Rights Reserved
#212
imut
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • JAM 3 SORE
  • Kelas A [End]
  • Yang Dicari
  • RION IS MY MANTAN!
  • The Special Class
  • DEVIAN [END]
  • LOVE AND FRIENDSHIP ( R & J : 1 )
  • No Longer Mate
  • NYAMAN [Proses Revisi]

JANGAN LUPA FOLLOW DAN VOTE SETELAH MEMBACA‼️ 🌥️🌥️🌥️ Jam tiga sore. Hujan turun pelan-pelan. Langit kelabu, suara kelas yang riuh, dan satu orang yang selalu duduk di belakangnya. Berisik, nyeleneh, dan nyebelin. Tapi entah kenapa Naya tak pernah terganggu sedikit pun. Naya tidak tahu kapan tepatnya Aksa mulai masuk ke pikirannya. Mungkin sejak kertas origami berbentuk kodok itu muncul atau tulisan miring Aksa yang berkata "Ini nggak bisa menggonggong, tapi bisa lompat ke hatimu." Awalnya dia mengira Aksa hanya cowok absurd yang suka gambar bebek pakai helm di dinding toilet sekolah. Tapi lama-lama... langkah kakinya jadi yang paling ia kenali. Diam-diam jadi yang paling ia tunggu. Mereka bukan kisah cinta yang gegap gempita. Tidak ada janji manis. Tidak ada gombal yang bikin meleleh, hanya obrolan aneh yang bisa membuat rindu terus bertahan. Membuat perasaan tumbuh seperti hujan-pelan, tapi pasti meresap. Kisah mereka cuma tentang momen-momen kecil yang ternyata besar. Tentang sosok yang nggak sempurna, tapi justru bikin dunia seseorang terasa lebih hidup. Tentang pertemuan yang tak disengaja, kenangan yang tak bisa hilang, dan jarak yang kadang hadir bukan karena ruang, tapi karena waktu dan keberanian yang tertunda. *********** Selamat menelusuri jejak rasa yang tak pernah benar-benar pergi. Selamat membaca-semoga kamu temukan dirimu di sela-sela kisah ini. Jangan lupa tinggalkan jejakmu-vote, komen, dan bagikan kisah ini agar rindu tak hanya menjadi milik kita ❤️ NOTE : DILARANG PLAGIAT‼️

More details
WpActionLinkContent Guidelines