We meet, we fall in love.

We meet, we fall in love.

  • WpView
    Reads 84
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jun 24, 2019
Kisah ini menceritakan tentang sebuah kebahagiaan yang sesungguhnya, melalui pertemuan yang tak terduga. Figo Aditya, seseorang yang sangat membenci wanita. Sikapnya yang kasar terahadap wanita, membuat kaum wanita enggan untuk menyukainya. Sejak bertemu dengan Tara salah satu pendaki di gunung Bromo, Figo merasakan perasaan yang tak biasa. Hingga ia sadar bahwa ia jatuh cinta, dan bertekad untuk menjadikan Tara miliknya. Akan tetapi, Figo sulit untuk melupakan masa lalunya. Ia pun berbohong tentang perasaannya kepada Tara. 5 tahun berlalu, Figo mencari keberadaan Tara. Sampai suatu saat di gunung Bromo, Figo dan Tara bertemu saat sedang menikmati indahnya senja. Apakah Tara akan menerima cinta Figo? "Kamu tau, Ra. Apa yang lebih indah daripada dua insan yang saling bercengkerama? Dua insan yang tak sedang berpapasan, tetapi saling mendoakan" - Figo Aditya "Cukup kamu tau. Pertemuan itu tak pernah salah tempat, tak pernah salah waktu, dan tak pernah salah orang" - Tara Fauziya
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • AZALEA
  • Mahligai Cinta [END]✓
  • Cinta Dalam Hijrah || SELESAI
  • Rasa Dalam Sujudku
  • Feeling Blue
  • Dalam Kepalanya yang Tak Pernah Hening
  • Berlabuh di Takdir-Nya
  • 𝐓𝐢𝐭𝐢𝐤 𝐓𝐞𝐦𝐮 || 𝐎𝐧 𝐆𝐨𝐢𝐧𝐠
AZALEA

Azalea berlakon seakan diri berjalan pada kebenaran. Melakukan segala hal yang dikehendaki otak tanpa menghiraukan nasihat dari malaikat penjaga. Hingga rentetan dusta yang dahulu tersimpan rapi, kini berbuah kecewa. Amarah kian berkobar tatkala kepercayaan harus dikhianati dengan sengaja. Seperangkat luka menusuk tajam menampik segala maaf dari Ayah. Hati menjerit pilu saat kalimat perpisahan menggema memenuhi indra pendengaran, menghasilkan keretakan ikatan keluarga. Memaksa raga menjauh sebagai penebus dosa. Langit mendung mempertemukan Azalea dengan jiwa baru, membuatnya terbiasa akan kehadiran seorang yang disegani. Tiap hari berjumpa, berbincang menyuarakan hal sepele hingga penuh makna. Dalam hati menjalar rasa aneh yang belum berpihak, namun selalu disangkal paksa. Jiwa kini telah pergi menjemput kehidupan baru dipenuhi beragam karakter yang tak ia temui dari kehidupan masa lampau. Namun hati tetap bersikukuh menentang risiko terluka dengan mempertahankan kekasih. Haruskah Azalea teguh pada cinta kekasih yang belum halal atau goyah oleh keinginan yang lebih meletup di dasar dada ...

More details
WpActionLinkContent Guidelines