WAR OF TWO KINGDOM

WAR OF TWO KINGDOM

  • WpView
    Reads 73
  • WpVote
    Votes 19
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jul 26, 2019
WpInfo
Fiction
Fantasy
Tidak selamanya memiliki hubungan darah akan membuat kita selalu berada di pihak yang sama, Sehingga semua nya berjalan mulus seperti air. Pasti akan ada pertengkaran yang terjadi, Sehingga menimbulkan dendam yang tiada akhir dan saat itu terjadi hubungan tersebut akan hancur layaknya pecahan kaca yang tidak dapat di satukan kembali. Zen Rayder dan Len Rayder, Dua kakak beradik yang selalu berjalan berlawanan arah.Selalu menjatuhkan satu sama lain,Seperti kebaikan dan kejahatan. Mereka layaknya IBLIS dan MALAIKAT. [Zen Rayder]"Sayangnya aku bertemu dengan orang yang benar di waktu yang salah." [Len Rayder] "Berbeda dengan mu aku bertemu orang yang salah di waktu yang benar." Akankah dendam tersebut akan menghilang seiring berjalan nya waktu? Start:25/07/19 Finish:-
All Rights Reserved
#900
pertengkaran
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Villainess Illusion
  • Edgar Vaske
  • My Dangerous Boy
  • I Was The Evil Witch
  • ALVINA
  • KENZO [Revisi]
  • BAD LIAR [END]
  • Semesta untuk sean
  • TACENDA [HiraetH] Revisi

---- Alexandra Whitney Calister atau lady gila dari keluarga Calister, begitulah orang-orang mengenalnya. Alexa mungkin cantik dan kaya raya namun dalam hal kesopanan gadis itu sangatlah minus, bahkan bangsawan di sekitarnya lebih sering menyebutnya nenek sihir dibanding lady. Hampir semua orang di kerajaan Wynnzel tahu bahwa tak pernah ada hari yang dilewati Alexa tanpa menganggu sang putra mahkota. Untuk melindungi cintanya Alexa memilih menjadi buta, ia tidak takut dan tidak peduli akan apapun. Baik dan buruk tak lagi berbeda di matanya, asalkan keinginannya tercapai. Namun suatu hari Alexa melihat segalanya, ia pingsan dan bermimpi tentang takdirnya. Ternyata tidak akan ada kehidupan indah yang menunggu dirinya di masa depan, hanya ada jurang penderitaan dengan akhir mengerikan. ~~~~ "Alexandra Calister, adakah pembelaan terakhir yang ingin anda sampaikan sebelum menghadap kematian?" Hening. Alexa menjatuhkan lututnya ke lantai, mengubah posisinya dari berdiri menjadi berlutut. Dengan tatapan kecewa ia menatap lurus ke arah pangeran David yang masih duduk dikursinya dengan tenang. "Kau tahu Dave? Aku mengorbankan segalanya untukmu tetapi kau..." "...Mengorbankan aku, untuk segalanya!" Alexa memejamkan mata menahan nyeri di hatinya, "Jika ini adalah bayaran setimpal atas semua dosa-dosaku, maka tak apa...." "Kuharap kita tidak akan pernah bertemu lagi, bahkan di neraka sekalipun...." ---- 🦋 Warning ; This story is complicated!

More details
WpActionLinkContent Guidelines