Pengagum Petikan Gitarmu

Pengagum Petikan Gitarmu

  • WpView
    Reads 4
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jun 28, 2019
Aku sudah lama menjadi pengagum mu. Sejak engkau sering mengirim kan aku suara petikan gitarmu yang selalu membuat aku kagum. Kau tahu selama apa aku mengagumi mu! Bahkan aku juga tidak tahu dan tidak mengerti entah bagaimana untuk mengakhirinya. Begitu banyak harapan yang kau berikan kepada ku sehingga aku tidak sadar siapa diriku. Terkadang aku berbisik adakah celah untuk kita bersama walau hanya beberapa jam. Aku cuma bisa menunggu, bahkan saat kau tak pernah hadir lagi di dalam imajinasiku, tapi hatiku masih mengingatmu. Kau yang selalu muncul di salah satu pesanku kini tak pernah muncul lagi bahkan singgah untuk sekedar melihat snapku. Kau tahu aku rindu denganmu yang dulu. Kalau waktu bisa di ulang aku lebih baik tidak pernah sedekat itu denganmu daripada ujungnya harus menjauh dan saling tidak peduli. Maafkan aku yang akan tetap menjadi pengagum petikan gitarmu. 😊
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Flight
  • N O R A [on going]
  • Antara Jarak Dan Waktu
  • Maybe It's You(?)
  • Tentang Kita
  • flashback~
  • UNREQUITED LOVE
  • Si Pemilik Mata Indah
  • Terjebak Nostalgia
  • Ketika Tulisan bercerita?
Flight

Kamu tau bagaimana sakit kehilangan orang tua diusia yang cukup belia?, apa kamu pernah merasakan sesaknya tidak punya siapa siapa didunia?, Pernahkah kamu merasa ketakutan seperti yang kualami saat kakak angkatku berusaha merencanakan kematianku?. Semua itu kurasakan, kualami dengan rentang waktu yang berdekatan saat usiaku bisa dibilang masih kanak kanak. Untunglah selama kesakitan itu berlangsung ada sesosok malaikat tak bersayap yang mampu memberiku pelukan hangat setiap saat. Untukmu.. Terimakasih.... Selama ini telah menjadi tempat ternyamanku untuk singgah. Menjadi tempat terbaikku untuk berkeluh kesah. Menjadi tempat pulang untuk aku yang kehilangan arah. Meski kutau jika hadirmu hanyalah sebagai tempat singgah untuk diriku yang sudah lama kehilangan rumah. Terimakasih.... Sudah menemaniku merajut mimpi yang tidak bisa kulakukan sendiri, menjadi bahu terkuat yang membantuku menghadapi rintangan bertubi tubi. Memberiku peluk hangat untuk jiwaku yang dilanda sepi dan selalu membuatku yakin jika semua yang terjadi akan bisa kulewati. Terimakasih.... Telah membantuku menyambung sayap sayapku yang patah, mengobati luka dahulu kuanggap mustahil untuk disembuhkan, menyelamatkanku dari kehidupan yang senantiasa terancam. Meski hidupmu bukanlah tentang aku, tapi hidupku bersumber dari cintamu. **<>**

More details
WpActionLinkContent Guidelines