Katakan, Untukku

Katakan, Untukku

  • WpView
    Reads 45
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jun 23, 2019
"Lo suka sama gue? Alasannya?" "Tanpa alasan, kak." "Terus, kalau gue suka sama lo karena ada alasannya, gimana?" "Berarti kakak gak tulus." "Dan niat untuk tulus itu, menjadi alasan gue suka sama lo." Fio menutup mata, menahan air mata yang nyaris jatuh dari pelupuk matanya. Dalam hati, dia berisik lirih. 'Kalau bukan aku, aku diam. Diam untuk melepas kamu, Ran.' Gadis itu tersenyum, mencoba mengikhlaskan. Apalagi saat jemari Ran meraih jemari gadis yang dicintainya. Di sana, di seberang jalan, di depan cafe tempat Fio dan Ran sering menghabiskan akhir pekan bersama. Dulu. Katakan, Untukku. 2019
All Rights Reserved
#617
rasa
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • See You Jingga
  • Rain-A
  • Rewrite My Heart [TERSEDIA DI GRAMEDIA]
  • Sayang
  • Sosiologi Cinta (TAMAT)
  • Rama Prananta (Sudah Terbit)
  • Naufal
  • (Not) A Dream School (On Going)
  • AURORA

Aku menyukai nya, sorot mata indahnya yang mampu memikat ku. Senyum manis yang membentuk lengkungan indah di matanya, serta model rambut lucu yang ia punya. Dua jiwa yang dipertemukan ini apakah boleh jika di izinkan untuk bersama selama nya? "Kalau kamu suka sama aku, kenapa rasanya kayak aku cuma bagian dari permainan?" Sabiru tersenyum, tapi matanya kosong. "Karena Lo memang bukan bagian dari rencana awal gue, Jingga." Note : Cerita ini murni dari pemikiran author, jika ada kesamaan tokoh, alur atau apa pun, mohon maaf karna itu tidak disengaja.

More details
WpActionLinkContent Guidelines