We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Chairil Anwar

Chairil Anwar

  • WpView
    Reads 8,752
  • WpVote
    Votes 157
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jun 23, 2019
WpInfo
Poetry
Chairil Anwar, dijuluki sebagai "Si Binatang Jalang", adalah penyair terkemuka Indonesia berdarah Minangkabau. Dia diperkirakan telah menulis 96 karya, termasuk 70 puisi. Bersama Asrul Sani dan Rivai Apin, dia dinobatkan oleh H.B. Jassin sebagai pelopor Angkatan '45 sekaligus puisi modern Indonesia. Lahir: 26 Juli 1922, Medan Meninggal: 28 April 1949, Jakarta Angkatan: Angkatan '45 Pendidikan: Hollandsch-Inlandsche School Anak: Evawani Alissa
All Rights Reserved
#34
chairilanwar
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • [3] Aksara, Rasa, Asa | ✔
  • Coretan Literasi Tanpa Dedikasi
  • Telatkah Kukatakan Ana Uhibbuka Fillah (Sudah Terbit)
  • Sedalam Samudera
  • ARUNA Dalam Diam, Aku Tumbuh
  • 1000 Syair Puisi Jalanan
  • AKU BIRU
  • Naura & Lukanya
  • Pendekar Dari Pajajaran

Highest rank #1 words (25/05/2021) #1 puisiindonesia (20/05/2021) #1 sastraindonesia (06/10/2024) #1 pecintasastra (13/05/2021) #1 wattpadpoetry (13/05/2021) #2 poem (27/06/2021) #2 nonfiction (06/10/2024) #2 berpuisi (02/07/2021) #2 antologi (23/06/2021) #3 poetry (21/06/2021) #7 diksi (12/06/2021) #9 aksara (21/06/2021) #21 puisi (25/06/2021) #30 favorit (06/10/2024) Aku menatap kejauhan. Sekelebat cuplikan itu terkumpul dalam benakku. Tentang canda tawa, hingga keluh kesah. "Sudahkah kita tiba?" Kutegakkan kepala sekedar untuk melihat garis wajahmu. Kamu tertawa, mengusap puncak kepalaku. "Belum, masih banyak yang ingin dunia ceritakan." Rupanya dunia ini masih penuh dengan kejutan. *** Sekumpulan puisi dan sastra tentang kisah insan yang dilanda dilema: antara bertahan atau berpisah. Semesta berkonspirasi menjauhkan keduanya, ketika takdir justru memaksa mereka untuk saling memeluk. Maka, garis-garis aksara ini akan mengungkapkan semua yang mereka rasakan. Mengirimkan mimpi dan pinta kepada Sang Pencipta. Seri Tiga dari antologi puisi Rasa dalam Asa ©2021

More details
WpActionLinkContent Guidelines