Takdir Hujan

Takdir Hujan

  • WpView
    OKUNANLAR 1,169
  • WpVote
    Oylar 251
  • WpPart
    Bölümler 7
WpMetadataReadTamamlanmış Hikaye Pzt, Haz 1, 2020
Bagaikan Langit dan Bumi Siapa yang tidak mengenal ungkapan itu. Ungkapan yang mengarah pada dua hal yang sangat jelas perbedaannya dan tidak bersesuaian. Langit dan Bumi adalah dua ruang yang berbeda. Langit dengan kebanggaannya yang tak tergapai dan Bumi dengan gravitasinya yang terbiasa terinjak-injak. Namun satu hal yang pasti Langit selalu menaungi Bumi. Seperti halnya dengan hujan yang menyatukan langit dan bumi disinilah aku Raina Audina, tugasku tidak lebih dari menyatukan langit dan bumi. Kisah ku hanyalah pendukung kisah orang lain. Disaat itu aku tersadar bahwa hidup tak selalu bercerita tentangku. Kadang perlu menjadi bagian kisah hidup orang lain meski bukan pemeran utamanya.
Tüm hakları saklıdır
#9
gea
WpChevronRight
En büyük hikaye anlatıcılığı topluluğuna katılınKişiselleştirilmiş hikaye önerileri alın, favorilerinizi kütüphanenize kaydedin ve topluluğunuzu büyütmek için yorum yapın ve oy verin.
Illustration

Ayrıca sevebilecekleriniz

  • Rainangkasa #2 [END]
  • RAIN
  • Gadis Hujan [TAMAT]
  • Jingga dan Senja [SUDAH TERBIT]
  • LANGIT [OPEN PRE-ORDER]
  • Langit Senja [end]
  • Kisah Dari Langit
  • Rainangkasa [TERBIT]✅
  • Haters and Lovers of Rain [END]
  • LANGIT DI LAUTAN

Hujan memang diciptakan untuk dijatuhkan. Semau dan semampu apapun hujan bertahan, tetap saja jatuh ialah keharusan. Semesta tak kenal kasih. Semesta tak pernah memilih. Jika sebuah hati berpaling, itu bukan salah semesta. Jika pada akhirnya harus mengenal perpisahan, itu juga bukan salah semesta. Salah seseorang yang tak bisa menjaga, salah seseorang yang hanya memberi kecewa. Hujan tak pernah menuntut perlakuan istimewa, namun bukan berarti dirinya diabaikan. ***** "Sa, aku cuma bantu kamu buat bebas. Biar kamu gak lagi sembunyi-sembunyi jalan sama cewek mana pun. Ini satu-satunya cara yang terbaik buat aku dan juga kamu." "Ra... " suara Angkasa berubah parau. Gerimis yang jatuh seakan menusuk seluruh tubuh Angkasa membuatnya merasa kesakitan, terutama hatinya. Namun di sini bukan hanya Angkasa yang merasa sakit, tapi Raina juga. Perempuan itu jauh lebih sakit. "Gue janji, Ra. Gue janji bakal berubah. Kasih gue satu kesempatan lagi." pintanya. Raina menggeleng seraya menarik lengannya. Kemudian, ia beranjak bangun. Disusul oleh Angkasa. Kini keduanya saling berhadapan dengan keadaan basah kuyup. "Aku harap suatu saat kamu temuin perempuan yang bisa bikin kamu bahagia, Sa." ***** Hubungan mereka berada di ambang perpisahan ketika perlahan-perlahan seseorang mengusik hati masing-masing. Ketika kisahnya tak lagi tentang dua orang yang jatuh cinta, tapi tentang dua orang yang sama-sama terluka, sama-sama mencoba bertahan, dan sama-sama melepaskan. Hujan sudah cukup sabar selama ini. Lantas, apakah masih ada kesempatan untuk merekatkan kembali yang retak? Mengembalikan kepercayaan yang dipatahkan?

Daha fazla bilgi
WpActionLinkİçerik Rehberi