5 YEARS AGO

5 YEARS AGO

  • WpView
    Reads 194
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Sat, Jul 5, 2025
🚨Warning!! 18+ Cerita ini memiliki unsur konten dewasa! "Lepaskan aku! lepaskaann... aku mohon lepaskannn aku"!! "Tidak, aku tidak akan melepaskan mu sampai kapanpun"! "Lepaskan aku Jase, aku mohon! tangis nya,suara lirih dari perempuan yang tak berdaya saat kedua tangan nya di cekal erat oleh lelaki yang dibenci nya selama 5 tahun yang lalu, sekarang berdiri di hadapannya dan meminta untuk kembali padanya? "Enggak vina, enggak! Aku sudah cukup lama melepasmu selama 5 tahun. Apakah itu kurang bagimu? Bentaknya!! "lepaskan aku jase"ucapnya sambil memohon dengan kedua tangann nya, "Biarkan aku bahagia untuk terakhir kalinya, aku mohon jase, please just let me go! Alvianna Zyi Werts Jasen pun akhirnya terdiam seribu bahasa mendengar permohonan gadis yang teramat dia cintai,rasa sakit yang dia alami saat mendengarkan permohonannya, bagaimana bisa ia melepaskan gadis yang sudah membuatnya hampir gila karna menunggu gadis itu selama 5 tahun lamanya, setelah bertemu dia akan melepasKannya ? Itu bukan karakter seorang Jasen Alexander. Akankah Kesalahpahaman 5 tahun yang lalu, akan membawa mereka bersama, atau bahkan memisahkan
All Rights Reserved
#132
gone
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Almost Married (END)
  • Revenge Marriage (SELESAI)
  • SASMITA CANDALA (21+)
  • I Won't Be the Tragic Fiancée
  • The Last Yes!
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • The Villain's Mother
  • Chasing Sanara
  • De Andere Weg (END)

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines