Half Alive

Half Alive

  • WpView
    Reads 21
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jul 8, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
Mereka bilang dia tidak bisa melakukan apa-apa. Mereka bilang dia tidak akan sukses. Mereka bilang dia tidak akan bisa hidup di tengah masyarakat. Mereka bilang dia lemah. Semua kalimat yang terukir begitu indah dimata mereka, semua kalimat yang anggap fakta, semua kalimat yang mereka lontarkan hanya dari melihat saja. Berhasil membuatnya kehilangan segalanya. Kepercayaan kepada orang-orang luar, kehilangan rasa percaya diri. Bahkan ia takut menatap mata orang lain. Ia takut semua orang membencinya. Perlahan, ia mulai menutup diri dari orang-orang. Yang seharusnya tidak, berkat kalimat pedas dari orang, berkat cacian dan makian dari orang, ia berubah menjadi pribadi yang dikatakan orang-orang. Malam-malam yang berlalu telah ia lalui. Isak tangisnya seperti melodi yang menghiasi kamarnya. Namun malangnya, tak ada satupun yang peduli. Dia, Aretha.
All Rights Reserved
#79
abuse
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • TERA
  • Evesha The little Sun
  • FIZYA
  • Hypomone {ὑπομονή} || END✓
  • Devon [END]
  • H U R T
  • Paradise
TERA

[Completed] Tera adalah gadis yang selalu menutup kesedihannya. Banyak rahasia yang disembunyikannya, demi menutup sesuatu dari orang lain. Intinya ia tak mau orang lain larut dalam kesedihan yang dialaminya. Dia sangat rapuh, jika orang lain melihat bahwa ia terlihat kuat maka semua hanyalah kebohongan. Hingga gadis itu bertemu dengan dia, seseorang yang mampu menghilangkan kesedihan di hidupnya. Semakin mengenal lebih jauh terkuak juga bahwa mereka merasakan luka yang sama. Mereka saling menyembuhkan. Namun semua itu hanya sementara. Pada akhirnya luka yang tak diinginkan kembali menyapa. Entah siapa yang memulai, intinya mereka sama-sama menang dan kalah. Garis takdir yang memang tak bisa ditebak oleh siapapun. Bersatu atau tidak hanya Dia yang tahu. Manusia hanyalah wayang dari cerita hidup. Seperti mereka yang sangat rumit.

More details
WpActionLinkContent Guidelines