Hembusan Nafas

Hembusan Nafas

  • WpView
    Reads 33
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Dec 26, 2020
Dalam logaritma akal pikiran ku tak bisa kukalkumulasi bertapa sudah hembusan napas ku buang sia sia Tampa tunduk dan patuh pada sang khalik. Seandainya saat ini hembusan nafas terakhir ku apa yg akan ku jawab seandainya di tanya Apa yang ku kerjakan semasa hidup. Ya Allah Ku tak akan mampu ... Tangan ku yang selalu berzina Mata ku yang selalu berzina Telinga ku yang berzina Mulut ku yang berzina Hidung ku yang berzina Akal dan pikiran ku yang berzina Bahkan kaki ku yang berzina. Kemaluan ku yang berzina Seluruh hidup bahkan setiap detik Bagian tubuh ku berzina Dalam kubangan kenistaan Apa aku akan sanggup berhadapan dengan mu ya Robb? Tidak ku tak pantas walau hati selalu mematri kan lafadz Allah Allah Allah Allah Setiap detik masih belum bisa menghapus dosa ku yang tak terhingga. Tamaa van putra Jambi, 09 Mei 2017
All Rights Reserved
#17
bayang
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DALAM DETAK (SELESAI)
  • Surat Cinta Untukmu
  • Narasi patah hati
  • ALTER EGO (TAMAT)
  • Flight
  • Jatuh Cinta Diam-Diam
  • Sepasang Sepatu Tanpa Arah [END]
  • LINE OF DESTINY
  • Just about my feeling 💜

[ CERITA DIPRIVASI ] Semua orang berlomba bergaya, bekerja, berkomunikasi demi mendapatkan satu rasa yang disebut; Cinta. Hingga lupa pada takdir yang tak selalu menuruti kehendak, sebab ada empunya. Kalau saja cinta selalu seindah bait puisi milik Penyair ternama, mungkin perjuangan benar tak ada artinya. Namun, lagi-lagi, konspirasi alam tak pernah memiliki jadwal. 'Ia' berputar semaunya. Mengitari manusia yang tanpa tahu malu terus berangan. Atau ... justru mendukung mereka para pesimis. Apakah ketika mencintai, kau selalu siap dengan patah hatinya? Hei, kedua hal itu adalah paket wajib yang tak akan bisa kau pilih salah satu. Percayalah, senikmat apa pun cinta yang kaurasa hari ini, kelak alam akan memintanya untuk menghancurkanmu. Menjadi kepingan raga, rasa yang hancur dan kau menderita. Apakah menakutkan? Tidak. Karena manusia selalu merasa dirinya yang terhebat. Berpikir mampu bertahan dalam duka yang teramat. Berangan mampu mengubah cinta menyiksa menjadi bahagia penuh euforia. Bukankah manusia itu makhluk paling serakah? Ia tidak pernah berpikir, kalau segala sesuatu memiliki batas. Kecuali, Sang Pencipta. Maka, beginilah ritmenya; Cinta-->Bahagia-->Jenuh-->Luka-->Mengakhiri/Memperbaiki? Selamat Membaca! Salam, Curious_ Ditulis-Diakhiri: Maret 2017

More details
WpActionLinkContent Guidelines