Menjaga Cahaya

Menjaga Cahaya

  • WpView
    Reads 5,980
  • WpVote
    Votes 1,081
  • WpPart
    Parts 25
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jul 27, 2025
Siapa sangka, alumni pesantren yang cupu sepertiku harus masuk ke sekolah terelit di Jakarta. Perkumpulan anak orang kaya dan juga cogan. Hal pertama yang kupikirkan saat masuk sekolah ini, aku harus siap di bully. Aku harus menjaga pandanganku dari berbagai jenis makhluk yang bernama laki-laki. Kuputuskan jadi bongkahan es dimanapun berada. Kalian harus tahu, aku harus menjaga hafalan Quranku dengan menundukkan pandangan. Dan sekolah ini, adalah godaan terbesar. Aku mohon papa, mama, aku pengen balik ke pesantren. Lebih baik jadi nyai dari pada menjadi ilmuwan seperti yang ada di pikiran mama! Tapi ada satu orang yang selalu memperhatikanku, dia sering mendapatiku menangis dan memberikanku dua lembar tissue. Katanya satu buat ngelap air mata, satunya buat ngelap ingus. Ini kisahku, bertahan dengan iman di tengah zaman milenial.
All Rights Reserved
#414
amanda
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Bukan Pesantren Biasa✓
  • CAHAYA DARI ALYSSA [Sudah Terbit]
  • MAS DOSEN ITU SUAMIKU
  • School Scandal ✓
  • Al Fahri
  • ASA (Lengkap/TERBIT)
  • 𝐃𝐢𝐚 𝐆𝐮𝐬𝐤𝐮!
  • Setoples Mimpi (COMPLETED)✔️
  • ARISYI EL QATHYA

[COMPLETED] Alvin Fauzi, anak lulusan SMP yang terhalang restu untuk masuk ke sekolah elit impiannya, karena posisinya sebagai anak tiri keluarga Amarta membuatnya tidak bisa mendapat kemewahan seperti adik-adiknya. Hanya ibunya saja, yang sebatas IRT, yang selalu mencurahkan kasih sayang kepadanya. Aliya Syakira, anak lulusan SMP yang tidak diharapkan kedua orang tuanya, karena ia tidak terlahir sebagai laki-laki. Membuatnya selalu mendapat perlakuan pahit, bahkan ketika ia meminta saran untuk melanjutkan SMAnya ke mana. Aliya hanya memiliki Mbok Inah, pembantu keluarganya, yang menyayanginya seperti anak sendiri. Hal pilu tersebutlah yang membuat Alvin maupun Aliya dimasukkan ke pesantren (gratis), karena Ibunya Alvin maupun Mbok Inah yang tidak bisa mengeluarkan biaya besar untuk mereka.

More details
WpActionLinkContent Guidelines