Philophobia

Philophobia

  • WpView
    Reads 104
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jul 3, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
Gadis mungil dengan rambut panjang ikal yang terurai, bola mata yang besar berwarna hitam pekat, hidung yang standar, kulit yang putih cerah, serta tinggi yang minimalis. mempunyai karakter baik hati, menolong sesama, dan sangat tidak ingin melihat seseorang bersedih. SEMPURNA. TETAPI.. Gadis ini mempunyai Phobia terhadap 'Jatuh cinta'. ya, memang hanya beberapa orang yang mempunyai penyakit ini dan beberapa dari mereka bawaan dari kecil, tetapi juga ada bawaan dari masalalu yang pernah jatuh cinta lalu cinta itu menghilang dalam sekejap. Beberapa orang yang memiliki phobia ini ada beberapa faktor tertentu, contohnya: 1. Tidak bisa move on dengan kenangan. 2. Masa kecil yang buruk karena pertengkaran orang tua. 3. Melihat kejadian yang tidak sepantas nya dilihat (kekerasan). apakah ada yang membuat penyakit nya sembuh? dan apakah dia akan mencintai seorang lelaki? apakah dia bisa jatuh cinta? *** Yuu di bacaa, dan jangan lupa share cerita ini ke teman teman kalian ya guys.😗 jangan lupa follow instagram aku juga @ratubalqisss_ KEEP READS GUYS.😻
All Rights Reserved
#560
ceritaremaja
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Let Me Love You Longer
  • ADIRA✔ [PROSES PENERBITAN]
  • My Psycopath Man (Sudah Terbit)
  • MY POSSESSIVE BOYFRIEND
  • GILANG [SUDAH TERBIT]
  • FEXZY (END)
  • Zahra & Rakha
  • Trapped in a wound
  • Aderaga [ON GOING]
  • Qyrha & Her Secret (Tahap Revisi)

Ini mengenai gadis manis yang pendiam dan gemar menari. Merahasiakan segalanya di balik senyum dan tawa ceria. Sampai pada saat rahasianya tak lagi dapat ia sembunyikan. "Gue nggak tau, sampai mana gue bisa bertahan. Tapi yang pasti, gue sayang sama lo." Bibir gadis itu tersenyum. "Andai gue bisa memilih, gue bakalan milih buat nggak kenal orang kayak lo, daripada akhirnya lo ikut menderita karena gue," sambung gadis itu. "Dan andai gue bisa memilih, Mil, gue bakalan milih buat nggak pernah terlahir daripada akhirnya gue harus nyaksiin gimana sakitnya orang yang gue sayang berjuang buat bertahan hidup." °°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°° JANGAN LUPA FOLLOW, GUYS!-♡ Halo, ini ceritaku yang ketiga di sini. Pastikan kalian baca sampai akhir, ya. Dan satu lagi, jika ada kesamaan nama tokoh, latar, atau apa pun dalam cerita ini, itu semua murni ketidaksengajaan. Harap dapat dimaklumi dan tidak langsung menjatuhkan. Oiya! Disclaimer aja, ceritanya lumayan singkat. So, pastiin jangan terlalu nyaman atau dighosting. Sudah cukup real life kalian dighosting, di cerita, kuharap jangan, xixi^^ Happy Reading-♡ Cover by : Pinterest

More details
WpActionLinkContent Guidelines