In A Rainy Autumn

In A Rainy Autumn

  • WpView
    Reads 140
  • WpVote
    Votes 16
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jul 25, 2019
Sebuah tragedi kecelakaan pesawat membuat Clavina Rose mengalami koma berbulan-bulan lamanya. Kondisinya yang memprihatinkan membuat para dokter yang menanganinya merasa putus asa dan nyaris angkat tangan. Namun tanpa disangka, sebuah keajaiban terjadi. Clavina terbangun dari tidur panjangnya setelah sekian lama bertarung melawan maut. Gadis itu merasa sangat bersyukur, namun di sisi lain ia harus menerima kenyataan bahwa ia telah terdampar di kota kecil yang sama sekali tak dikenalinya dalam keadaan sebatang kara. Luka akibat kehilangan orang-orang yang dicintainya, ditambah rasa trauma atas insiden mengerikan yang menimpanya membuat Clavina mengalami depresi berat hingga gadis itu berusaha mengakhiri hidupnya. Di tengah gelombang keterpurukan, Clavina dikejutkan oleh kehadiran sesosok pria misterius bernama Mark Evano yang mendadak ingin menjadi pahlawannya. Siapakah Mark Evano sebenarnya dan mengapa ia melakukan hal demikian? Dapatkah pria itu menjadi sandaran baru bagi kerapuhan Clavina? Akankah ia menjadi alasan gadis itu untuk bertahan?
All Rights Reserved
#839
depression
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Prahara Lamaran [END]
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Nakula
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Kembang Desa (Hiatus)
  • Salah Status

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines