MY ENEMY BOY IS MY PERFECT HUSBAND

MY ENEMY BOY IS MY PERFECT HUSBAND

  • WpView
    Membaca 137
  • WpVote
    Vote 11
  • WpPart
    Bab 5
WpMetadataReadDewasaLengkap Min, Sep 22, 2019
WpInfo
Fiksi Penggemar
"Pah tapi ini bukan jamannya dijodohin pah, aku gak suka sama dia!" Teriak Rara sambil meneteskan air matanya yang sudah tidak kuat membendungnya "Tapi dek ini udah perjanjian Papah sama Om Dito, apabila ada diantara kita mempunyai anak yang berbeda kelamin dan umurnya tidak terlalu jauh maka kita mau menjodohkannya, apa kamu mau Papah sama Om Dito merasa gak tenang terus menerus?" Mamah syasha menjawab dengan tegas "Iya bener yang dibilang Syasha apa kalian mau Ayah sama Om Raka merasa salah terus menerus?" Tambah Bunda Dila "Kita perlu berbicara berdua bun, yah, om, tante" akhirnya Putra mengeluarkan suaranya "Permisi saya mau meminta izin ke Om Raka sama Tante Syasha mau berbicara sama Rasya berdua saja" tambah Putra sambil menggandeng tangan Rara dan pergi meninggalkan Orang tua mereka "Silahkan" jawab Papah Rara ~Mau tau kelanjutannya cuss dibaca ya:)
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • The Baby's Contract✓
  • Cold Ceo's Favorite Wife
  • Dosenku Suamiku (TAMAT)                            [TERSEDIA DI GRAMEDIA]
  • VAGALDARA [TERBIT]
  • SENIOR SAYANG {SELESAI✅}
  • Arana & Mas Gay [1st Mas The Series] - [END] ✔️
  • CACA (TAMAT)
  • MAS SUAMI (END)

Cerita ini sudah tamat dan bisa kalian dapatkan versi lengkapnya di Karyakarsa kataromchick atau versi ebook di google playbook 'Faitna YA'. ~~~~ Teija Nero dan Nova Saki tidak pernah berharap dipersatukan dalam ikatan suci pernikahan. Mereka hanya terjebak dalam kondisi yang memantik kesalahpahaman semata. Katakan saja mereka berada dalam tempat dan kondisi yang tak beruntung, hingga harus dinikahkan dalam waktu singkat. Pernikahan itu bahkan dilaksanan saat mereka berada di penghujung masa SMA. Gila, bukan? Mana ada, sih, orang tua yang menikahkan putra dan putri mereka yang masih SMA? Jika kasusnya memang terjadi kehamilan, baik Teija dan Nova angkat tangan. Namun, kasus mereka berdua berbeda! Nova tidak hamil! Bahkan Teija saja belum sempat menyentuh bibir gadis itu, karena ibu Teija sudah keburu membuka kamarnya. Dalam kasus ini, Teija menyalahkan Nova. Karena permintaan gadis itu yang aneh, mereka menjadi terikat sepenuhnya. Namun, karena mereka masih sangat begitu muda, maka masih banyak kesempatan yang bisa dilakukan dengan membuat kesepakatan menjanjikan. "Kita nggak bisa diem aja, Teja!" "Terus mau apa? Kita udah sah juga." "Gue nggak mau masa muda ini sia-sia!" "Ya, terus apa???" "Let's make a deal. No, no, no! Bukan kesepakatan biasa. Kita harus bikin kontrak di atas materai! Selama kita masih pengen seneng-seneng di masa muda, no babies included in this marriage!" "Terus kalo mama kita repot minta cucu?" "Kita masukin ke poin kontraknya, babies included near our divorce!" Bisakah mereka berdua menjamin kedatangan bayi sesuai rencana?

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan