NathAna
  • WpView
    Reads 20
  • WpVote
    Votes 13
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jun 26, 2019
" kea gue mau minta bantuan sama lo, gue harap lo mau!! " ujar nathan " bantuan apaan lagi sih " ketus keana " bantuan menyelesaikan MISI seseorang nathan alanzo " ucapnya " nath jangan aneh-aneh deh misi lo " ujar keana Nathan mengelengkan kepalanya " enggak kok, cara menyelasaikan misi gue, lo harus jadi pacar pura-pura gue" ucap nathan " apa??? " teriak keana " enggak enggakk enggak mau gue!! Ogah " jujur keana " lo mau macarin gue pura-pura, apakabar pacar asli lo nanti, ogeb, meningan lo sama zeline aja dah" ungkap keana " ENGGAK!! Gue maunya lo!! " paksa nathan Keana hanya diam. Dia tau sahabatnya sudah gila parah. Selama pacaran dengan zeline, ada aja misi yang akan dilakukannya. Ntah itu memberondokkan sepatu sahabatnya zeline, memukul sahabatnya zeline, mengempeskan ban motornya sahabatnya zeline, ada ada aja yang dilakukannya supaya sahabat cowoknya zeline nyerah untuk mendekatnya zeline. Iya, keana tau kalok nathan cemburu, tapi jangan melibatkan dirinya juga kalok mau menyelesaikan misinnya. Apakah, keana akan sedia lagi membantu menyelesaikan misi nathan?
All Rights Reserved
#73
keana
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ADIKARA ELUSIF (END)
  • Should I Marry My Best Friend?
  • ★BABY ZION★
  • SHADOWS IN A VESSEL
  • ALVANSA [Completed]
  • Teman Hidup [TAMAT]
  • DARI ZAIDAN DAN SEMESTANYA
  • VANIA AND BOYS LOVE NOVEL!
  • Become Baby Boy✓

Baca DeKaNa terlebih dahulu, ini S2 nya DeKaNa🔥 "M-maksudnya apa?" Ekspresi wajah yang semula terlihat senang berganti menjadi rawut wajah yang amat tidak disukai, seolah perubahan mimik wajah mempengaruhi suasana hati sang pemilik Perlahan sudut bibirnya ketarik ke pinggir membentuk lekungan senyuman yang terlihat menyeramkan bagi remaja yang berdiri di hadapannya, bahkan bola matanya terlihat bergetar melihat apa yang tengah terjadi di hadapannya. "Hanya seminggu" Kakinya perlahan melangkah mendekati remaja yang sudah membeku di tempat itu, mengayunkan tangannya untuk mengusap puncak kepala yang lebih muda "Sayang sekali, Khai nggak panggil Ayah-" Plak Ia menatap tangannya kemudian menatap anak yang lebih muda di hadapannya dengan alis mata terangkat, berani, sangat berani "L-lo gila" "Lo bawa gue kemana hah anjing?" Ia memejamkan matanya, sudah seminggu ini hatinya berbunga-bunga, namun sekarang api neraka kembali membakar hatinya mendengar lontaran perkataan dari anak muda yang ada di hadapannya. Srett "Kenapa lo diam aja hah?, jawab!, lo bawa kemana gue hah?" Teriaknya dengan nafas tersenggal-senggal karena perasaan marah. Ia kembali tersenyum, mencoba mengusap puncak kepala itu namun tepisan kembali dirinya dapat, oke cukup, ia sudah sangat sabar kali ini, "Askar ternyata nggak guna" Perlahan kaki itu mendekati remaja itu, lalu mengusap paksa kepala itu dengan kuat, dan dalam sekali tarikan ia berhasil membuat tulang tengkorak itu bersentuhan kasar dengan dinding rumah kokoh miliknya "Lo manja banget ya Kai, semua harus gue yang turun tangan" Ucapnya sembari menyeringai melihat ekspresi wajah Kaivan yang terlihat kesakitan sekaligus marah karena tidak bisa melawan.Tubuh itu jatuh telentang di lantai, dan tanpa belas kasihnya, ia menaruh telapak kakinya di atas dada Kaivan yang seketika membuat anak itu meringis sakit karena tak mampu menahan rasa sakit lagi "A-abang" "Kalau udah kek gini, baru manis diliat" 19 April 25

More details
WpActionLinkContent Guidelines