We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Tumpukan Kata

Tumpukan Kata

  • WpView
    Reads 101
  • WpVote
    Votes 30
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Feb 1, 2022
WpInfo
Poetry
Hanya sebuah kata yang dirangkai dengan sederhana. Jauh dari kata sempurna dan memiliki banyak celah untuk rusak. Hanya sebuah kata yang ditumpuk menjadi kalimat. Tak terbaca dan mungkin akan hilang. *Hanya Mencurahkan Hobi* 04 Juli 2019
All Rights Reserved
#402
kata
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rengkuh Rasa, Remuk Raga | ✔
  • [2] Asa dalam Rasa | ✔
  • Luka Lara Luna || END
  • WITH YOU | END
  • Rangkaian Aksara
  • Ruang Hampa || Quotes ||
  • ALTAR RASA | END ✓ |
  • SajakSesak [Arief Aumar]
  • Indonesian Poetry
  • Filosofi Semesta (COMPLETE)

Highest rank #1 poetry (21/03/2025) #1 poem (12/04/2025) #1 nonfiction (23/05/2025) #1 quote (15/02/2025) #1 syair (15/02/2025) #1 words (08/02/2025) #1 puisiindonesia (02/02/2025) #1 sastraindonesia (21/02/2025) #1 berpuisi (05/05/2025) #1 perih (15/03/2025) #1 antologi (15/02/2025) #1 wattpadpoetry (02/02/2025) #1 pencintasastra (02/02/2025) #2 diksi (15/05/2025) #6 favorit (23/05/2025) #9 aksara (08/02/2025) #12 nonfiksi (19/06/2025) #13 puisi (18/08/2025) #22 rasa (12/04/2025) #60 indonesiamembaca (10/03/2025) Manusia dan searsip perasaan tidak pernah ada selesainya. Rasanya aku ingin meraung, lelah terdistraksi oleh rumitnya pemikiran orang lain. "Belajarlah tumbuh dari luka," katamu berusaha membunuh resahku. Dalam sesak diriku menjawab, "dan semoga luka itu juga mau menerima aku." Aku tau seberapa sulitnya menjadi manusia, atau seberapa banyak sakit yang harus kamu tahan hanya karena tidak punya tempat berkeluh-kesah. Untuk tubuh-tubuh yang remuk oleh luka, sajak-sajak ini lahir untuk membimbingmu merengkuh seluruh perasaan. *** Seri Satu dari antologi puisi FOUR ©2025

More details
WpActionLinkContent Guidelines