WE ARE BULLETPROOF

WE ARE BULLETPROOF

  • WpView
    Reads 526
  • WpVote
    Votes 105
  • WpPart
    Parts 16
WpMetadataReadComplete Wed, Mar 25, 2020
Penyerangan dimulai dari pengiriman link misterius. Dan mereka masuk dalam sebuah permainan yang menyebabkan mereka tumbang satu persatu. Hanya satu yang dapat selamat dari permainan tersebut, siapakah dia? Apa peran yang ia lakukan dalam permainan tersebut? Apa maksud dari permainan itu? Apakah game tersebut berhubungan erat dengan kematian misterius kedua orang tua Joy? Game dan kematian? Apakah saling berhubungan? Mengapa hal itu bisa terjadi? Hanya satu orang yang dapat menyingkap tentang kebenaran game misterius ini.
All Rights Reserved
#145
misterius
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • MENGUMPAT !
  • Senandung Kematian [Selesai]
  • Let's Play [COMPLETED]
  • Go To Aussie [END] ✔
  • The Secret of Ice Girl [Selesai]
  • CEARTAS ft. 00-04 line | ✓
  • Lulu
  • Teman Masa Kecil-ku Yang Misterius
  • Indigo vs Psikopat 🔞 ✔ [Sudah Terbit]
  • The Seekers of The Lost Hope | END

Perempuan introvert ini mulai membuka diri, mulai bermain media sosial, lalu keanehan demi keanehan dalam dirinya mulai terjadi yang sekaligus menjadi penghubung antara masa lalu dan teman-temannya. "Aku berencana mengirimkan DVR ini bersama dengan seprei yang dipakai ketika malam pertama kami menikah. Barangkali terdengar konyol, tapi seprei ini ada noda bekas darah selaput perawanku, iya ini salah satu kenangan yang masih tersimpan rapih di kotak penyimpanan kamar tidur kami. Aku titipkan seprei ini kepadamu Eya. Jika nanti anak perempuanku sudah remaja tolong berikan kepadanya sehingga nanti dia bisa menjaga mahkota hanya untuk suaminya." Eya sering kali mengumpat dari rasa takut dan trauma yang sekaligus menjadi bentuk luapan dendam amarahnya. Segala hal mengenai kematian merangsek berubah menjadi obsesi. Kengerian-kengerian mulai mewujud dalam pikiran, seakan membabibutakan kesadaran, di antara nyata atau imaji hanya ada mati. Cattleya Kirana Dewi, adalah mimpi buruk bagi pikiran dan imajinya. Saat ajal mulai melingkari leher, mereka memohon kematian kepadanya, sedangkan kematian baginya hanyalah sebuah jembatan untuk menuju keabadian. Mengumpat di dalam kematian tidak lagi tabu bagi mereka yang menuju mati dalam umpatan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines