Reva & Refa [COMPLETED]

Reva & Refa [COMPLETED]

  • WpView
    Reads 62,996
  • WpVote
    Votes 4,154
  • WpPart
    Parts 46
WpMetadataReadComplete Sat, Jul 11, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
"Kenapa lo manggil gue Va? Orang lain biasanya manggil gue Rev," tanya Reva. "Soalnya gue juga dipanggil Ref. Aneh aja, kayak manggil diri sendiri," jawab Refa. "Tapi kan gue pake V, lo pake F. Beda, lah." Refa menatap Reva selama lima detik, kemudian kembali fokus kepada masakannya. "Bacanya kan sama, Reva sayaaang."
All Rights Reserved
#7
soshi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Tingkat Tiga
  • Our Love is Like That ✔️
  • How to Make Up || Choi Seungcheol
  • BarraKilla
  • Renata Keyla ✔
  • My Honey (Hoonsuk)
  • Gue Jadi Istri Muda ?
  • Pacar Sewaan di Tanggal Tua
  • Dijodohin CEO [SUDAH TERBIT]✔

"Kenapa ya mbak ada orang yang cakep banget gini di dunia?" jawabnya sembari menunjuk ke arahku. Mataku membulat. Bukan karena dia mengataiku sebagai perempuan yang cukup cantik, namun karena perubahan panggilan yang dia berikan padaku. "Mbak?" tanyaku memastikan. Alih-alih menggeleng atau mengelak, Rafka justru langsung mengangguk. "Iya. Mbak Caca." "Ngapain ikut panggil gue mbak?" "Biar lebih deket aja. Lo kan dipanggil mbak sama Keenan." "Ya dia kan adik gue." Balasku sengit. "Ya gue mau ikutan, Mbak. Kedengaran lebih gemes." Aku memutar bola mata jengah. "Gemes-gemes apaan. Lo mau jadi adik gue juga?" "Kalo jadi pasangan lo aja gimana?" "Kalo gitu jangan panggil mbak." Rafka menegakkan tubuhnya. "Lo serius?" "Soal apa?" "Lo mau jadi pacar gue." "Siapa yang bilang?" tanyaku berpura-pura bingung. "Tadi kak. Lo bilang gue jangan panggil lo 'mbak' kalo nggak mau dianggap jadi adik." "Artinya lo mau kan jadi pacar gue?" lanjutnya menuntut jawaban.

More details
WpActionLinkContent Guidelines