Destiny :: Huang Renjun

Destiny :: Huang Renjun

  • WpView
    Reads 63,474
  • WpVote
    Votes 5,954
  • WpPart
    Parts 43
WpMetadataReadComplete Tue, Mar 23, 2021
WpInfo
Fanfic
NCT
[Sequel of Secret Admirer Huang Renjun.] Menurut Renjun takdir itu lucu. Takdir yg memisahkannya dengan gadisnya dan takdir juga yg mempertemukan kembali dirinya dengan gadisnya. Baginya tujuh tahun itu bukan waktu yg sebentar untuk menemukan Lee Sora, mantan tunangannya. Ada perasaan lega pada dirinya, namun perasaan kecewa lah yg mendominasi lantaran ia mengetahui fakta bahwa gadisnya, Lee Sora, sudah memiliki kekasih lain di negeri orang ini. Mampu kah Renjun mendapatkan hati Sora kembali, atau justru dirinya harus berlapang dada dengan ulahnya dimasa lalu yg mengharuskan dirinya berpisah dengan gadis yg amat sangat di cintai nya itu. "Lee Sora, apa begitu mudahnya dirimu melupakanku?" -Hrj. "Mungkin memang ini jalan yg terbaik untuk kita berdua, berjalan masing-masing tanpa ada ikatan seperti dulu." -Lsr. A Fanficton by sweetvar ©2019 sweetvar
All Rights Reserved
#43
herin
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • It's Always Been You✔️
  • AGATHA SIBLINGS [NCT Dream]
  • Still with you 2  [ Revisi Dan Akan Di Bukukan ]
  • I Love You, But ... ✓
  • GET OUT
  • Renjuna
  • TXT VS ITZY [FINISH] ✅✅
  • Yours | Huang Renjun
  • Well, You Said It Was Over [Jeon Wonwoo]
  • Single Parent | Huang Renjun [SUDAH TERBIT]✅

Winter, gadis skater serba bisa dari Thunder Clan, merasa seperti terjebak dalam mimpi buruk ketika papanya tiba-tiba meminta, atau lebih tepatnya memaksanya untuk bekerja sebagai asisten rumah tangga di rumah keluarga teman orang tuanya. "Kalau adek nggak mau, papa bakal bakar semua deck yang rapi tertata di kamar adek sampai jadi abu." Ancaman itu langsung menusuk hati Winter. Deck-deck itu bukan sekadar papan luncur. Mereka adalah bagian dari dirinya, saksi setiap kompetisi dan penopang semangatnya. Mana mungkin ia membiarkannya jadi korban amukan sang papa? Dengan terpaksa, ia pun menyanggupi pekerjaan itu meski artinya harus membagi waktu antara kuliah di Universitas Kwangya dan mengurus rumah keluarga majikannya. Merawat empat anak di rumah itu sebenarnya bukan tantangan besar untuk Winter. Ia bisa dengan mudah mengatasi kelakuan si kembar usil, Jisung dan Ningning yang berusia tujuh belas tahun, juga kepolosan Sakuya yang berusia sebelas tahun dan si kecil Ian yang baru enam tahun. Semua terasa terkendali kecuali satu hal: Jaemin, si sulung yang tampaknya menjadikan Winter sebagai target utama untuk mencari-cari kesalahan. "Bener kamu jago masak? Yakin nggak bakal mati kalau makan masakan kamu?" "Otaknya pinter atau nggak sih? Sayang banget masa muda kebuang percuma. Kamu nggak minat nyambung kuliah?" "Baru pagi-pagi aja udah ngilang. Kamu ke mana emang?" Sumpah, kalau saja Jaemin bukan anak majikannya, Winter sudah lama melibas pria itu dengan deck kesayangannya. Menyebalkan bukan main. Namun, di balik semua adu mulut dan tatapan sinis itu, ada sesuatu yang samar. Perasaan yang pelan-pelan menyusup, tapi tak mungkin mereka akui. Di tengah kesibukan menjadi mahasiswa sekaligus satu-satunya gadis di Thunder Clan, mampukah Winter bertahan menghadapi kelakuan Jaemin yang seakan bisa meruntuhkan dunia? Dan apa yang akan terjadi ketika Jisung, Ningning, Sakuya dan Ian mulai menganggap Winter sebagai kakak mereka sendiri?

More details
WpActionLinkContent Guidelines