Story cover for SENADA {ENDING} by katasetelahsenja
SENADA {ENDING}
  • WpView
    Reads 949
  • WpVote
    Votes 113
  • WpPart
    Parts 21
  • WpView
    Reads 949
  • WpVote
    Votes 113
  • WpPart
    Parts 21
Ongoing, First published Jun 24, 2019
Melalui lagu, hatiku tak lagi beku.
Melalui nada, hariku berwarna.
Dan melalui suara, ku merasa sempurna.
Kamu lah nada suara di dalam laguku yang tak pernah membuatku ragu.

Judul yang random dan pertemuan yang random pula antara Sena dan Nada .
Gimana kisah mereka? Ayok baca cerita SENADA yang tak ada duanya.

Ini ceritanya beda gak sama kayak yang lainnya , coba deh baca 1 atau 2 part dulu pasti ketagihan 😉
All Rights Reserved
Sign up to add SENADA {ENDING} to your library and receive updates
or
#108nada
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 10
LANGIT JINGGA (TAMAT) cover
Senja dan Jingga  cover
Cerita Tentang Zeeya cover
Jingga dan Senja [SUDAH TERBIT] cover
ATHALARIQ cover
Diary [COMPLETED] cover
Rewrite My Heart [TERSEDIA DI GRAMEDIA] cover
Ranya [VERSI DIGITAL TERBIT DI KARYAKARSA] cover
Langit. cover
Jingga dan Senja 2 [PROSES REVISI TANDA BACA] cover

LANGIT JINGGA (TAMAT)

59 parts Complete

"Semua keinginan gue, gak pernah jadi kenyataan. Itu cara kehidupan menghukum gue." *** Aga, atau lebih lengkapnya Airlangga Putra Senja. Pangeran bermata kelabu paling sempurna abad ini dengan tatapan menghangatkan namun sorot mata yang terlihat begitu lelah. Ia memiliki segala yang diinginkan oleh teman-temannya. Ketampanan.Kecerdasan. Kekayaan. Bahkan kebaikan hatinya. Kecuali satu, fakta bahwa ia tak lagi memiliki minat apapun di dunia ini bahkan terhadap hidupnya sendiri. He almost perfect... Namun Caca membencinya. Tapi tunggu, sampai Aga tiba-tiba saja selalu muncul di dekatnya. Apa yang harus ia lakukan? Dan bagaimana jadinya ketika bom waktu yang terpendam dalam mata kelabu itu akhirnya meledak? Ini adalah kisah bagaimana kata-kata yang tak kau anggap berarti, terkadang mampu mendorong seseorang hingga ke tebing keputusasaan. ➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖ "BENCI BANGET!" "Gue benci sama dia. TITIK. Jangan tanya alasannya kenapa kalo gak mau tuh luka gue bikin panjang sampe ke dagu, ngerti?!"